Merokok Menyebabkan Penis Mengecil Permanen, Benarkah?

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kita tentu sering mendengar beragam isu buruk soal rokok. Rokok kerap dianggap sebagai biang keladi dari segala penyakit. Mulai dari yang mengerikan seperti kanker dan serangan jantung, hingga yang agak konyol seperti penyusutan ukuran penis pria.

Ya, yang terakhir disebut memang konyol. Tak bisa dipungkiri, masih ada sebagian orang yang percaya pada narasi ini. Banyak penderita impotensi dan lemah syahwat menyalahkan rokok sebagai penyebab. Padahal, penyakit tersebut bisa disebabkan oleh kolaborasi berbagai faktor. Tak bisa kita jadikan rokok sebagai alasan tunggal penyakit. Apalagi menyebut rokok bisa membuat penis mengecil secara permanen. Konyol!

Marc Laniado, seorang ahli urologi, menyebut bahwa rokok akan menyebabkan ukuran penis menyusut. Pada awalnya bersifat sementara, namun akhirnya akan menyusut permanen.

“Perokok memiliki kondisi artherosclerosis yang lebih tinggi di semua pembuluh darah, termasuk yang ada di alat vital, yang dapat mengurangi aliran darah.” ujar Marc.

“Tetapi juga kadang-kadang orang mengatakan bahwa penis mereka semakin pendek seiring bertambahnya usia, karena merokok menghentikan aliran darah melalui penis, yang menghentikan ereksi spontan dan malam hari yang diperlukan untuk meregangkan penis dan menjaganya agar tetap panjang,” lanjutnya.

Baca Juga:  Pamor Zippo dan Tuntutan di Medan Perang

Benarkah demikian?

Sebuah penelitian secara global yang dilakukan Prof Richard Lynn dari Ulster University menunjukkan panjang rata-rata alat vital pria Indonesia adalah 11,67 cm. Angka ini lebih tinggi dari Malaysia yang panjang rata-ratanya 11,49 cm dan Vietnam yang hanya 11,47 cm.

Jika dilihat dari rata-rata ukuran penis orang Indonesia, maka penis orang Indonesia memiliki ukuran terbesar di Asia Tenggara. Indonesia adalah salah satu negara perokok terbesar di dunia. Jadi, isu tentang penyusutan penis akibat rokok bisa dikatakan sebagai rumor belaka.

Lagi pula, dari beragam hasil penelitian disebutkan bahwa ada beberapa faktor yang bisa menentukan ukuran penis seorang pria. Berat badan, genetik, pola hidup dan pola makan adalah beberapa hal yang bisa jadi faktor ukuran alat vital seorang pria.

Selain itu, kebiasaan menggunakan celana dalam atau celana ketat juga diyakinin sebagai salah satu alasan penis terhambat untuk berkembang. Memakai celana dalam ketat sepanjang hari bukan sesuatu yang baik. Pilihan celana dalam yang pas untuk ukuran anda adalah salah satu solusi.

Baca Juga:  Semangat Piala Dunia dan Bungkus Rokok Edisi Spesial

Melepas celana dalam dikala tidur malam hari juga dipercaya baik untuk dilakukan, sebab akan memberikan ruang pertumbuhan kepada penis anda. Biarkan penis Anda hanya tertutup celana pendek longgar atau sarung, sehingga perkembangannya lebih optimal.

Yang terutama dan paling penting dari semuanya adalah pola hidup seimbang. Kebiasaan olah raga dan konsumsi buah-buahan akan mampu meminimalisir risiko terserang penyakit. Bahagiakan hidup anda. Jangan mau ditakut-takuti oleh isu gorengan anti rokok. Dengan berbahagia, niscaya anda akan terhindar dari penyakit-penyakit konyol, sekalipun andaperokok. Tabik.

Aris Perdana

Manusia yang dikutuk untuk bebas | @arisperd