petanitembakau

Produksi Tembakau Tahun Ini Diperkirakan Bagus

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Ini adalah musim yang baik bagi para petani tembakau. Kondisi cuaca yang bagus tahun ini membuat produksi tembakau mereka diperkirakan bakal meningkat. Hal ini biasa terjadi di masa fenomena cuaca El Nino berlangsung di Indonesia.

El Nino adalah fenomena memanasnya suhu muka laut di Samudra Pasifik bagian tengah hingga timur. El Nino memiliki dampak yang beragam dalam lingkup skala global. Sedangkan di Indonesia secara umum dampak dari El Nino adalah kondisi kering dan berkurangnya curah hujan. Fenomena cuaca seperti ini justru memberikan dampak positif bagi tumbuh kembang tanaman tembakau.

Fenomena El Nino adalah kondisi yang rutin terjadi dalam beberapa tahun sekali. Dan yang terakhir, fenomena ini terjadi pada tahun 2015. Kondisinya saat itu membuat panen tembakau mencapai kualitas maksimal dan melimpah ketimbang komoditas lain. Bahkan, saat itu harga tembakau tembus di atas Rp 1 juta per kilogram.

Perlu diketahui, tembakau memang merupakan tanaman yang tidak membutuhkan banyak air dalam tumbuh kembangnya. Atau lebh tepatnya, di akhir masa tanam, tembakau tidak boleh mengandung banyak kadar air. Semakin kering kadar airnya, semakin bagus kualitas tembakau.

Baca Juga:  Pamor Zippo dan Tuntutan di Medan Perang

Biasanya, di musim-musim seperti ini, kita bisa mendapatkan tembakau jenis srinthil yang masuk kategori terbaik dalam kelas kualitas tembakau. Srinthil hanya bisa didapat dari daun-daun teratas dari tanaman tembakau. Itu pun tanaman yang dirawat dengan sangat telaten dan mendapatkan perawatan terbaik. Tidak bisa asal-asalan. Karena memang tembakau adalah tanaman manja yang butuh banyak perawatan, jadi butuh ketelatenan yang khusus untuk mendapatkan kualitas yang baik dari tanaman ini

Selain dari segi kualitas, musim ini juga menjadi momen yang bagus untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Berdasar perkiraaan Asosiasi Petani Tembakau Indonesia, produksi tembakau pada tahun ini akan tumbuh 22,69% menjadi 200.000 ton pada tahun ini dari reralisasi akhir tahun lalu sekitar 163.000 ton. Artinya, kebutuhan industri akan tembakau juga semakin tercukupi.

Namun, semua kondisi bagus ini harus didukung penuh oleh keterampilan petani mengolah lahan dan merawat tanaman. Walau tidak membutuhkan banyak air, tetap saja kebutuhan air untuk tembakau harus dipenuhi. Jangan sampai, kondisi bagus seperti ini tidak dimanfaatkan secara maksimal oleh petani.

Baca Juga:  Andaikan AA Gym Seorang Perokok

Jika sudah mulai masuk masa panen, semoga belum ada hujan yang turun membasahi ladang. Soalnya, penjemuran tembakau yang sudah dirajang adalah salah satu fase penting dalam meningkatkan kualitas tembakau. Tentu saja, selain untuk mengurangi kadar air yang ada di tembakau itu sendiri.

Terakhir, jika produksi tembakau sudah naik, semoga harga jual tembakau tetap berada di angka yang stabil. Jangan nantinya kenaikan produksi ditanggapi dengan pembelian yang kurang masif juga dengan harga yang tidak baik. Kalau para petani kemitraan sih enak, soalnya sudah punya batas bawah harga jual tembakau. Kalau yang tidak, kan berabe juga kalau harganya ternyata tidak bersahabat.

Aditia Purnomo

Bukan apa-apa, bukan siapa-siapa | biasa disapa di @dipantara_adit