perokok1

Wahai Perokok Berwatak Bisnis, Inilah Cara Membuat Korek Api Kayu Sendiri

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Sebelum korek gas muncul dan menjadi bagian dari keseharian merokok kita. Ada jenis korek api yang terbilang klasik dan sampai saat ini masih beredar. Di masyarakat luas korek api jenis ini menyandang beberapa penyebutan. Ada yang menyebutnya geretan, korek gejres ataupula korek api kayu. Korek api jenis ini digadang-gadang tidak terlalu jadi bidikan curankor.

Tetapi sesungguhnya di dunia perkorekapian ada juga orang yang hobi mengoleksi kotak korek api kayu. Kegiatan mengoleksi kotak korek api kayu ini disebut Filumenis. Di Indonesia, ada satu nama  kolektor yang diabadikan MURI (Museum Rekor Indonesia) sebagai filumenis pertama. Drajat Sukapraja namanya. Koleksi korek api kayu miliknya tercatat 15 ribu buah. Semua itu didapat dari berbagai tempat di Asia, Amerika, Eropa, dan Afrika.

Nah, melalui tulisan ini saya akan mengulas secuil sejarah dan cara membuat korek api kayu sendiri. Siapa tahu, dari belajar membuat sendiri nantinya akan berkembang menjadi pengusaha korek api kayu, iya kecil-kecilan dulu, dijual dari komunitas ke komunitas. Siapa sangka malah sukses di bisnis korek api kayu.

Baca Juga:  Belajar Memahami Varietas Cengkeh Dari Komang Armada

Menurut sejarahnya, korek api kayu pertama kali diproduksi secara masal di negara Swedia, oleh karena itu negara yang beribu kota Stockholm tersebut dikenal sebagai kiblatnya korek api dunia.

Di Indonesia, industri korek api kayu hanya dilakoni oleh beberapa perusahaan besar, salah duanya adalah Java Macth Factory, berada di Jakarta Utara. Industri ini telah berdiri sejak 1949. Dalam industri pembuatan korek api, jenis kayu yang umum digunakan untuk stick korek api adalah kayu pinus, albasia, gamelina, damar, dan genitri.

Untuk bahan pentol koreknya (head composition), memakai beberapa zat kimia yaitu gelatin, powdered glass (bubuk kaca), mangan dioksida, potassium klorat, potassium bikromat, zine oxide, iron oxide, bubuk sulfur, dan parafine untuk splint (stick kayu).

Sementara bahan untuk tempat menggesek pentol korek atau disebut dengan istilah side coating terdiri dari fosfor merah, mangan dioksida, polysol, dan ore concentrade. Agar bisa memproduksi dalam jumlah besar, perusahaan korek api memerlukan berbagai peralatan dan mesin canggih.

Baca Juga:  3 Kemampuan Dahsyat Dari Rokok

Jadi, tak perlu heran kalau para pemain dalam industri ini adalah para pengusaha besar. Selain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, industri korek api kayu di Indonesia juga untuk diekspor. Namun untuk sekedar keperluan pribadi, kita bisa membuat beberapa batang korek api dengan teknik yang sederhana.

Oke, siapkan kebutuhan utamanya dulu, 1 sendok teh fosfor merah; 1 sendok teh kalium klorat; lem elmer (polyvinyl acetate); batang-batang kayu kecil (sebagai batang korek api); loyang untuk oven; kacamata untuk keselamatan; sarung tangan; dan tusuk gigi.

Kita mulai dari cara bikin pentol koreknya atau biasa disebut juga stickmatches.
Pertama, campurkan 1 sendok teh potasium klorat dengan ½ sendok teh lem elmer dengan menggunakan tusuk gigi hingga adonan merata.

Kemudian ujung batang yang akan dijadikan korek api diberi lapisan adonan tersebut setebal 1 mm. Setelah itu, panggang pakai wajan atau oven batang-batang yang telah dilapisi adonan selama 2 jam pada suhu 65°C. Selanjutnya keluarkan dan biarkan menjadi dingin dan mengeras.

Baca Juga:  4 Minuman Sebagai Teman Merokok

Langkah selanjutnya, sebaiknya menggunakan tusuk gigi yang baru, campurkan 1 sendok teh fosfor merah dengan ½ sendok teh lem elmer. Celupkan ujung batang korek yang telah berlapis tersebut kedalam campuran fosfor merah dan lem tadi. Pastikan lapisan potasium klorat telah tertutup dengan lapisan fosfor merah. Oven lagi selama 2 jam pada suhu yang sama, dengan loyang yang berbeda. Nah, korek api kayu telah selesai dibuat. Selamat mencoba.

Indi Hikami

TInggal di pinggiran Jakarta