PB Djarum dan KPAI

Inilah 5 Atlet Terbaik Indonesia Didikan PB Djarum

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Bukan sesuatu yang berlebihan apabila menyebut Perkumpulan Bulu Tangkis Djarum (PB Djarum) sebagai kawah candradimuka atlet top dunia. Berpusat di Kota Kudus, bisa dikatakan ribuan pemuda dan pemudi pernah menimba ilmu dan menggodok skill badminton mereka di sana. Proses pembibitan hingga kini masih terus berjalan dan menjadi tradisi yang tak putus sejak bermula pada 1969 lalu.

Robert Budi Hartono mungkin patut berbangga diri. Berkat ide dan keseriusan orang yang masuk dalam 50 tokoh terkaya di dunia itu dunia bulu tangkis Indonesia terus menunjukkan tajinya. Mungkin Robert Budi Hartono saat muda tak pernah menyangka bahwa hobinya bermain badminton bersama rekan-rekan di PT Djarum akan menjadi sesuatu yang bernilai mahal di kemudian hari. Sesuatu yang membuat nama Indonesia harum di dunia olahraga internasional.

Para atlet muda yang ingin menimba ilmu di PB Djarum melalui seleksi yang ketat. Ketika berhasil masuk, mereka tak hanya diasah ketangkasan bermain bulu tangkis, namun juga kemampuan akademis. Kelak di kemudian hari, mereka hanya tak menjadi atlet top namun memiliki intelektual yang mumpuni. Lima atlet ini setidaknya menjadi bukti berkualitasnya pendidikan di PB Djarum.

Baca Juga:  Deli, Kota Tembakau di Sumatera

Liem Swie King

Kata terakhir di namanya memang layak tersemat pada sosok asal Jawa Tengah ini. Boleh dibilang ia adalah bintang pertama PB Djarum. Sejak lulus dari PB Djarum dan di usia mudanya ia sudah menggemparkan dunia badminton.  Pertama kali, Swie King meraih Juara I Junior se-Jawa Tengah (1972). Pada usia 17 tahun (1973), ia menjuarai (II) Pekan Olahraga Nasional.

Liem Swie King punya sederet prestasi yang luar biasa. Ia di beri gelar sebagai legenda karena sudah puluhan kali mengharumkan nama baik Indonesia. Sederet piala yang telah diboyong yaitu menjuarai All England tahun 1978, 1979 dan 1981. Tak hanya itu, Liem Swie King juga menjuarai gelaran JuaraThomas Cup 1976, Juara Thomas Cup 1979, Juara Thomas Cup 1984.

Alan Budikusuma

Bersama Susi Susanti, mereka berdua meraih gelar emas pada Olimpiade 1992 di Barcelona. Susi meraihnya di sektor tunggal putri, sedangkan Alan Budikusuma di tunggal putra. Keduanya kemudian menikah di kemudian hari hingga mendapatkan julukan sebagai Pasangan Emas.

Karier awal Alan Budikusuma di dunia bulu tangkis sempat menemui kebuntuan. Ia memang memiliki skill yang di atas rata-rata namun tak beruntung karena gagal di beberapa turnamen. Walau demikian tempaan yang kuat saat mengenyam pendidikan di PB Djarum membuat mentalnya terasah. Selain beberapa trofi, pada 1990an ia menjadi atlet badminton nomor satu di sektor tunggal putra.

Baca Juga:   3 langkah Menjadi Perokok Etis Yang Rahmatan Lil Alamin

Tontowi Ahmad

Pria asal Banyumas ini adalah orang terakhir yang membuat bendera Indonesia berkibar tinggi di ajang Olimpiade. Bersama Lilyana Natsir keduanya mampu melanjutkan tradisi emas Indonesia di ajang olahraga paling prestisius di dunia tersebut. Berbeda dengan Lilyana Natsir yang kini bekerja pada PB Djarum, Tontowi Ahmad justru adalah alumni perkumpulan bulu tangkis top di tanah air tersebut.

Dia bergabung ke klub PB Djarum di Kudus pada tahun 2005. Tontowi mulai terkenal di dunia bulu tangkis pada tahun 2010 ketika ia dipasangkan dengan bintang ganda campuran Liliyana Natsir. Sejak itulah kariernya bersama Lilyana Natsir di sektor ganda campuran mulai melesat dan menjadi pasangan yag sulit terkalahkan.

Mohammad Ahsan

Memiliki wajah yang cukup tampan dan skill luar biasa, banyak yang menilai Mohammad Ahsan adalah “The Next Taufik Hidayat”. Akan tetapi nasib Mohammad Ahsan di dunia badminton justru moncer di sektor ganda putra. Dipasang bersama seniornya, Hendra Setiawan, keduanya menjadi pasangan yang meraih emas pada ajang Asian Games 2014 di Incheon.

Baca Juga:  Rokok Versi Ketua PBNU dan Wamen Kesehatan

Prestasi gemilangnya adalah saat mampu memenangi ajang prestisius dalam dunia badminton yaitu All England pada 2014 dan dua kali juara BWF World Championship (2013 dan 2015). Kini meski umurnya makin bertambah namun ia masih aktif bermain dan berpasangan bersama Hendra Setiawan.

Kevin Sanjaya Sukomuljo

Kehadirian dirinya dengan Marcus Gideon membuat masyarakat hampir lupa bahwa Indonesia memiliki pasangan ganda putra hebat yaitu Ricky Subagja dan Rexy Mainaki. Soal prestasi bisa dikatakan Kevin Sanjaya dan Marcus Gideon jauh unggul, bahkan di usia yang masih muda mereka kini telah mengoleksi dua gelar All England (2017 dan 2018).

Kevin Sanjaya lahir pada 1995 di Banyuwangi dan saat umurnya masih belia yaitu 12 tahun dirinya menimba ilmu di PB Djarum. Ia hingga saat ini masih sering aktif mengunjungi PB Djarum dan turut membela almamaternya tersebut saat dituduh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) sebagai tempat yang mengeksploitasi anak-anak.

Indi Hikami

TInggal di pinggiran Jakarta