Perokok

Tuhan Bersama Perokok Santuy

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Indonesia dinobatkan sebagai Most Chilled Out Countries in The World alias negara paling santai sedunia. Hal ini diungkap oleh studi terbaru dari Lastminute, sebuah penyedia jasa perjalanan Eropa. Setelah menganalisis beberapa faktor, para peneliti menjadikan Indonesia sebagai jawara mengalahkan 14 negara lainnya.

Predikat yang tidak lazim ini lantas disambut dengan beragam meme lucu ala warganet. Mereka seolah memantapkan predikat negara tersantai dengan membeberkan bukti kesantaian warga negara Indonesia. Mulai dari foto tenda perkawinan yang membelah rel kereta api, kakek tua yang mengendarai motor tanpa memegang kemudi, hingga potret nenek tua yang nampak asik melinting di tengah kepulan asap rokok. Santuy banget, kan?

Sebenarnya bukan hal-hal itu yang menjadi penilaian Lastminute. Tapi, ya, kreatifitas tak bisa dibendung. Meski terkesan ekstrim dan aneh, beragam meme tersebut memang cukup menggambarkan betapa warga negara kita adalah masyarakat yang menolak tunduk pada mitos marabahaya.

Penolakan tersebut juga berlaku pada mitos kesehatan ala antirokok. Meski kampanye bahaya merokok terus direproduksi, prevalensi perokok Indonesia tetap stabil bahkan cenderung meningkat. Ada banyak perokok panjang umur dan bugar hingga sepuh.

Baca Juga:  Deli, Kota Tembakau di Sumatera

“Jangan cemas, merokok atau tidak manusia akan mati,” cuit Sudjiwo Tedjo seraya menampilkan foto asbak berbentuk kuburan di smoking area Bandara Husein Sastranegara, Bandung.

Tak perlu diragukan, perokok adalah makhluk berjiwa tenang. Hidup perokok dipenuhi prasangka positif, tanpa bayang-bayang ketakutan sebagaimana yang menghantui kehidupan antirokok.

Ritual merokok adalah bekal sebelum menjalani hari yang berat. Percaya atau tidak, rokok cukup berkontribusi mengatur mood di pagi hari. Di siang hari, saat beban mulai terasa, rokok juga solusi. Di malam hari, seusai rangkaian aktivitas melelahkan, perokok menghadiahi dirinya dengan sebatang rokok sebagai sarana rekreasi sederhana. Ritual semacam inilah yang menjadikan mayoritas perokok adalah orang-orang santuy. Jumlah prevalensi perokok yang tinggi sesungguhnya menandakan negara kita dihuni oleh banyak orang berwatak santuy.

Watak santuy perokok juga terlihat di sebuah video yang sempat viral beberapa waktu lalu. Seorang pria di St. Louis Missouri, Amerika Serikat, tetap tenang meski tengah berhadapan dengan perampok bersenjata. Ia menolak tunduk pada agresi perampok.

Baca Juga:  Tradisi Manten Mbako di Wonosobo, Bukti Pemuliaan Tembakau yang Terlestari

Rekaman kamera keamanan menunjukan pria santuy tersebut mempertahankan handphone-nya yang coba direbut perampok. Perampok lantas menodong senapan ke arah pria itu. Namun di luar dugaan, pria tersebut justru dengan tenang menyulut sebatang rokok.

Iya. Kalian gak salah baca. Doi ngudud di depan perampok bersenjata!!! Belakangan pria itu mengaku tidak panik sama sekali.

“Saya tidak benar-benar khawatir. Saya hanya memiliki perasaan yang sangat baik dia tidak keluar untuk menyakiti siapa pun, dia hanya ingin uang narkoba,” kata pria itu sebagaimana dilansir¬†NBC News.

Watak santuy itu menular. Pengunjung bar yang lain juga ikut menyalakan rokok setelah selesai ditodong oleh perampok. Dan benar saja, tak ada korban dalam kejadian itu. Mungkin hal buruk akan terjadi andai pria itu melawan. Namun prasangka baik dan sikap tenang menyelamatkannya. Tuhan memang benar-benar bersama perokok santuy.

Aditia Purnomo

Bukan apa-apa, bukan siapa-siapa | biasa disapa di @dipantara_adit