Tembakay Gayo

Kenapa Tembakau Gayo Disukai Anak Muda?

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kenaikan tarif cukai rokok sebesar 23,5% membuat satu tren baru di masyarakat kini kian tengah naik daun. Tren tersebut bernama Tingwe yang merupakan akronim dari Ngelinting Dewe yang merupakan bahasa jawa dengan makna melinting sendiri.  Mulai banyak juga permintaan-permintaan tembakau dengan segala macam jenis varietas di Indonesia. Salah satunya adalah Tembakau Hijau Gayo, tembakau ajaib asal bumi Nanggroe Aceh Darussalam yang juga kini tengah digandrungi oleh anak muda.

Saya berkesempatan untuk mengunjungi beberapa toko tembakau di Yogyakarta. Kunjungan saya memang bermaksud untuk membeli berbagai tembakau nusantara serta mempelajarinya. Tak hanya itu, beruntungnya saya juga bisa ikut berbincang dengan penjual atau pemilik toko tersebut. Rata-rata mereka mengakui bahwa penjualan tembakau dan papir (kertas rokok) kini tengah meningkat. Mereka menjelaskan bahwa dua alasan di balik terdongkraknya penjualan mereka, pertama karena tren, kedua karena kabar harga rokok yang kian mahal di 2020 mendatang.

Rata-rata para penjual pun mengakui bahwa untuk saat ini Tembakau Hijau Gayo adalah yang paling laku ketimbang jenis lainnya. Saya bisa memaklumi mengapa jenis tembakau tersebut menjadi yang paling favorit di masyarakat khususnya kalangan anak-anak muda. Ketika saya nongkrong di satu tempat yang sedang melinting, ada Tembakau Hijau Gayo, bahkan begitu juga di tempat yang lainnya.

Baca Juga:  Mengapresiasi Prestasi Pesepak Bola yang Merokok

Jika kita lihat secara fisik, Tembakau Hijau Gayo memang berwarna hijau sesuai namanya juga memiliki bentuk rajangan yang halus. Bicara soal rajangan, setiap model sebenarnya turut mempengaruhi cita rasa dari tembakau itu sendiri. Jika rajangannya halus maka akan membuat rasa juga halus, demikian juga yang kasar. Walau, faktor lainnya turut memengaruhi seperti pemeraman tembakau.

Selain halus, Tembakau Hijau Gayo juga memiliki wangi yang harum dan mirip dengan bau ganja. Di sinilah sejatinya alasan mengapa tembakau ini menjadi favorit di kalangan anak muda. Walau demikian Tembakau Hijau Gayo tidak memiliki efek samping yang sama dengan ketika kita menghisap ganja. Produk ini juga legal untuk dikonsumsi serta diperjual belikan walau wangi dan warnanya memiliki kemiripan dengan ganja.

Salah satu toko tembakau di Yogyakarta yang saya temui mengatakan bahwa Tembakau Hijau Gayo jadi barang yang paling laris yang mereka jual. Meski pun harga yang dipatok di pasaran cukup tinggi yaitu 60 ribu per ons, jauh lebih tinggi dari beberapa varietas tembakau lain seperti Tembakau Tambeng, Virginia Madura, atau Kemloko dari Temanggung. Para pemilik Toko Tembakau menjelaskan bahwa tingginya harga dipengaruhi dari tingginya permintaan yang tak sesuai dengan stok yang ada.

Baca Juga:  Penyakit Akibat Rokok

Akan tetapi stok Tembakau Hijau Gayo di pasaran masih cukup terpenuhi. Bisa kita lihat juga tembakau ini dijual di berbagai platform penjualan online dan kelihatannya cukup laris. Kegemilangan tembakau ini saya kira kan bertahan sekira setahun sebagai tren karena citra Tembakau Hijau Gayo yang dianggap mampu menjadi pengganti dari Ganja, walau saya yakin juga pendapat tersebut tak sepenuhnya benar.

Justru saya takut apabila tembakau ini nantinya mendapat perlakuan hukum yang tidak adil akibat salah persepsi pemerintah. Walau demikian, masyarakat kini mulai semakin tak asing dengan berbagai jenis tembakau yang ada di nusantara. Selain itu, ada satu lagi varietas tembakau asal Sumatera yang populer di kalangan masyarakat, setelah dahulu kala kita mengenal Tembakau Deli yang sangat masyhur itu.

 

Indi Hikami

TInggal di pinggiran Jakarta