cengkeh

Kemarau Panjang, Petani Cengkeh Berharap Perhatian Pemerintah

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Berterimakasihlah pada Cengkeh yang membuat bangsa Indonesia menjadi akrab dengan dunia internasional. Keberadaannya dahulu memang selalu menjadi primadona dan terus diperebutkan. Sejatinya begitu juga dengan saat ini. Walau banyak problem yang menghadapi, cengkeh tetap menjadi salah satu tonggak hidup bagi orang banyak di beberapa daerah.

Namun nampaknya pemerintah mulai harus memikirkan tentang nasib cengkeh, terutama belakangan ini. Perubahan iklim membuat bercocok tanam kini menjadi kian tak pasti. Cuaca mudah berubah-ubah dan petani selalu kesulitan untuk bertahan menghadapinya. Sebut saja beberapa kasus belakangan ini seperti musim kemarau panjang yang terjadi Bali sangat  merepotkan petani kakao dan cengkeh.

Jika kita bicara soal musim, Indonesia yang berada di khatulistiwa dan memiliki iklim tropis tentu hanya dipayungi dua musim yaitu panas dan hujan. Seharusnya, beberapa bulan menjelang tahun berakhir, air hujan sudah mulai turun dan jatuh di berbagai belahan nusantara. Namun faktanya tidak. Dari laporan BMKG, terlambatnya musim hujan akibat fenomena el nino yakni kenaikan suhu air laut di samudera pasifik. Fenomena el nino ini termasuk panjang pada tahun 2019.

Baca Juga:  Mengenal Tembakau Prancak Madura pada Kretek

Fenomena ini membuat para petani coklat dan cengkeh di Balu sulit untuk menyelamatkan tanaman cengkehnya dengan melakukan penyiraman. Selain jauh dari sumber mata air, areal kebun mereka juga medanya berbukit sehingga sulit untuk membawa air. Made Arta salah satu petani menyebutkan bahwa hampir semua tanaman cengkeh ini mengering. Bahkan sudah banyak sekali yang mati. Pertani sulit untuk melakukan penyiraman karena medannya sulit.

Jika memang hal ini tak mendapat perhatian dari pemerintah apalagi musim kemarau masih terus berlanjut hingga satu atau dua bulan kedepan, menurut Arta, maka kemungkinan besar semua pohon cengkeh milik petani akan mati kekeringan. Jika itu terjadi maka petani cengkeh di bali akan kembali jatuh miskin karena mereka semua mengandalkan hasil cengkeh untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.

Tentu hal ini harus menjadi perhatian bagi pemerintah. Jangan sampai karena faktor cuaca lantas pemerintah angkat tangan. Justru dibutuhkan kerja keras pemerintah dalam mengantisipasi hal, ini. Toh juga jika formulanya ditemukan, maka ini akan menjadi kabar baik untuk para petani di masa depan.

Baca Juga:  4 Kudapan yang Asyik Menemani Kamu Merokok

Kembali kepada paragraf pertama, Cengkeh adalah identitas dan kebanggan nasional. Dia menghidupi banyak orang dan membuat bangsa kita mashur namanya di dunia internasional. Sudah saatnya pemerintah kita peduli, jika tak sanggup melindungi kebangaaan, setidaknya peduli pada para petani yang juga masyarakat mereka.

Indi Hikami

TInggal di pinggiran Jakarta