Menilik Museum Tembakau Jember

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Seperti juga kopi, tanaman tembakau adalah monumen historis yang menyimpan jejak peradaban. Berdasar catatan sejarah, tembakau telah dimanfaatkan sejak 4000 tahun sebelum masehi. Dan seiring perkembangannya,beragam upaya pemuliaan tembakau telah memberibanyak manfaat bagi kehidupan manusia.

Tidaklah heran, jika tanaman ajaib dengan julukan emas hijau ini mendapat perhatian dari masa ke masa. Secara industri, tanaman ini sebagian besar terserap untuk kebutuhan industri rokok. Paradigma kesehatan modern kemudian melariskan mitos-mitos kesehatan serta kontroversi terkait tembakau, tertuju juga pada rokok.

Terlepas dari kontroversi itu, hadirnya Museum Tembakau di Jember sejak tahun 2014 telah menegaskan adanya upaya pelestarian dan suaka pengetahuan masyarakat terkait pertembakauan. Tak ayal, dengan hadirnya museum ini membuat Jember semakin dikenal lebih luas.

Sebagai sentra penghasil tembakau, Jember cukup representatif dengan adanya museum tersebut. Seperti halnya dengan Museum Kretek yang terdapat di Kota Kudus. Museum ini tak sebatas menjadi tujuan wisata bagi para pengunjung, sekaligus pula menjadi wahana edukasi.

Ada beberapa koleksi utama di dalam museum tembakau yang berada di bawah naungan UPT PSMB-LT Jember tersebut, yakni daun tembakau jenis VO (Voor-Oogst) dan NO (Na-Oogst) yang telah dikeringkan. Daun-daun tembakau yang kering tersebut dipajang dengan rapi di etalase kaca. Seperti yang kita tahu, Jember sangat dikenal sebagai penghasil tembakau Kasturi dan jenis Na-Oogsth.

Sebagian tembakau lainnya ada juga yang digantung di dinding atau atap museum yang sebagian besar terbuat dari kayu. Seakan-akan kita sedang berada di sebuah gudang tua penyimpanan tembakau

Di lantai satu terdapat juga miniatur ladang tembakau yang dilengkapi dengan keterangan yang berkaitan dengan proses menanam tembakau dari awal hingga panen. Naik ke lantai dua, terdapat perpustakaan yang dilengkapi dengan rak-rak penuh buku serta komputer.

Kebanyakan koleksi buku di perpustakaan museum tembakau adalah literasi yang berkaitan dengan tanaman tembakau. Namun ada juga koleksi lainnya seperti sejarah dan sastra. Selain itu pengunjung juga akan mengetahui bahwa komoditas tembakau ternyata tidak melulu digunakan sebagai bahan baku rokok. Tapi juga bisa dipakai sebagai bahan baku parfum, antibiotik, pestisida, pupuk, sabun, hingga kosmetik

Tidak sekadar daun-daun tembakau kering yang dipajang di museum ini, terdapat juga koleksi alat-alat pembuat rokok atau cerutu yang sudah kuno. Terpajang juga mesin ketik tua dan berbagai perlengkapan lama yang dipakai oleh petani tembakau. Beragam koleksi tua tersebut membuat pengunjung membayangkan pekerjaan para petani tembakau pasa masa-masa lampau.

Dari koleksi yang ada di museum ini, kita akan dapat menangkap gagasan dari pendirian museum tembakau Jember. Yakni dalam upaya melestarikan komoditas tembakau di Indonesia, khususnya di Jember. Menurut pihak pengelola, komoditas tembakau merupakan anugerah tuhan untuk masyarakat Jember yang harus dijaga kelestariannya.

Museum ini terbuka untuk umum, dapat dikunjungi mulai Senin hingga Jumat pada jam-jam kerja tentunya. Yakni mulai pukul 07.00 WIB – 15.30 WIB. Nah, untuk menambah wawasan kita, tak ada salahnya menjadikan museum ini sebagai salah satu tujuan liburan di akhir tahun. Yukita kemon.

Baca Juga:  Tembakau Deli yang Kini Mati Suri
Jibal Windiaz

anak kampung sebelah