Vanessa Angel Menyoal Rokok di Masa Kehamilan

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Rokok dan perempuan kerap saja menjadi pergunjingan di berbagai kesempatan. Tak sedikit celotehan bernada nyinyir yang menyoroti perempuan merokok. Sistem patriarki di masyarakat membuat posisi perempuan selalu serba salah. Meski yang serba benar juga sebetulnya tidak ada. Sejatinya kebenaran bukan monopoli segolongan orang atau keyakinan tertentu saja.

Perempuan merokok tentu bukanlah hal tabu jika kita bergaul di kehidupan para bintang. Entah itu yang diekspresikan secara terbuka maupun secara sembunyi-sembunyi. Hampir rata-rata artis yang enggan terlihat dirinya merokok di publik, lantaran tak mau dicap buruk. Tak mau popularitasnya menjadi terancam hanya karena kelihatan merokok. Rokok menjadi produk yang kerap menanggung stigma buruk di sebagian kalangan. Terutama masyarakat antirokok.

Bagi artis sekaligus pembawa acara Vanessa Angel, merokok adalah pilihan  dewasa yang kapan saja bisa berhenti. Untuk urusan berhenti merokok bukan berarti suatu hal yang merepotkan. Namun, selama ini kita kerap disuguhi anjuran-anjuran kesehatan di media, bahwa untuk berhenti merokok harus gitu gini. Harus berlaku ini itu yang intinya mendiskreditkan rokok sebagai biang kerok segala penyakit.

Baca Juga:  Selalu Ada Waktu untuk (sebatang) Rokok

Melalui akun instagramnya, Vanessa Angel berbagi pengalaman seputar masa kehamilannya dan pilihannya untuk berhenti merokok. Berhenti merokok tak membuatnya lantas menyinyiri perokok, setidaknya di medsos. Meski publik juga paham, bahwa realitas medsos dan realitas di luar medsos tak selalu berbanding lurus.

Sejatinya, merokok ataupun tidak merokok bukanlah suatu pilihan yang membuat diri seseorang menjadi hina. Lain hal jika kita membaca komentar antirokok yang melulu melihat rokok dari isu kesehatan semata. Perokok kerap diperhina dengan berbagai tuduhan buruk.

Di akun instagramnya, Vanessa membeberkan juga pengalaman temannya bahwa merokok di masa kehamilan tak lantas membuat anak-anak yang dilahirkan menjadi tidak sehat. Setidaknya tuduhan merokok dapat merusak kesehatan ibu hamil tak sepenuhnya benar. Meski publik juga tahu, rokok juga memiliki faktor risiko.

Namun bagi paradigma kesehatan modern yang kerap diamplifikasi antirokok. Aktivitas merokok digambarkan sebagai sesuatu yang sangat menakutkan, dikait-kaitkan dengan penyakit berbahaya yang dihubungkan dengan angka kematian dan sebagainya.

Berhenti merokok bagi Vanessa tidak membuat dirinya menjadi orang yang merasa paling benar, ataupula merasa yang paling pintar. Artis pelantun lagu “Indah Cintaku” ini memiliki kesadaran yang cukup bijak, bahwa dirinya bukanlah orang yang berkompeten ketika diminta sarannya tentang rokok.

Baca Juga:  Selayang Pandang Industri Klembak Menyan Purworejo

Ini satu hal yang perlu diapresiasi setidaknya menurut saya. Bukan apa-apa ya, gaes, kita sering kali menemukan komentar orang-orang sok tahu, bahkan pandangan yang memperparah kontroversi seputar rokok di kalangan artis atau entitas lainnya. Apalagi ketika mereka memilih berhenti merokok. Sejatinya, perkara sehat atau tidak sehat itu iya berpulang pada pola hidup yang seimbang. Bukan melulu semua penyakit karena rokok. Gitu, gaes.

Jibal Windiaz

anak kampung sebelah