Tips Belanja Rokok Pada Masa Pandemi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Rokok oleh sebagian orang diyakinin sebagai media rekreasi sederhana pelepas penat. Pada masa-masa sulit seperti wabah yang terjadi saat ini, para perokok tentu akan serba terbatas mengingat pembatasan sosial (social distancing) jadi syarat mutlak aktivitas di ruang publik.

Beberapa fasilitas publik telah menghentikan layanan. Jalan-jalan mulai sepi. Pusat perbelanjaan tutup. Banyak orang ‘mengurung’ diri di rumah masing-masing. Selain aktivitas ekonomi, situasi semacam ini sedikit banyak tentu berdampak juga pada perokok. Di mana kita bisa merokok? Tanpa pembatasan sosial saja perokok kerap tak punya ruang.

Dampak lainnya adalah keterbatasan kita untuk mendapatkan stok rokok. Banyak warung tutup. Kalau pun ada yang buka, kita sendiri khawatir untuk bertransaksi langsung. Segala kemungkinan buruk bisa saja terjadi; kita bisa saja tertular dari orang, dari uang, atau bahkan justru kita yang menjadi carrier. Ngeri.

Untuk mengantisipasi beragam kekhawatiran tersebut, berikut adalah tips belanja rokok yang aman di masa pandemi. Apa saja?

Baca Juga:  Merokok Nggak Apa-Apa, yang Penting Bisa Main Bagus di AS Roma

Belanja online

Di beberapa market place kita bisa menemukan berbagai merk rokok dijual secara online. Silakan cek di shopee, tokopedia, blibli, atau market place lain, masukan kata pencarian “rokok”. Saya sendiri sudah coba cek. Ada beberapa penjual yang menyediakan stok mulai dari per bungkus hingga per slop. By the way, gak ada yang ketengan, mon maap.

Kita juga bisa membeli tembakau dan kertas lintingan yang non pabrikan. Jadi, sebagai salah satu siasat merokok di masa pandemi ini ya tingwe alias linting dhewe. Masukkan kata “tembakau” di kolom pencarian. Ada banyak kok yang jual.

Dengan belanja online kita bisa tetap merokok sekaligus mendukung gerakan social distancing. Tapi kita tentu perlu merogoh kocek lebih dalam. Maklum, kita bukan anak sultan, ada kurir pengantar yang perlu mendapat bayaran ongkos kirim.

Oh iya, kita juga bisa turut membantu para kurir dengan memberi uang tip atau ongkos lebih sebagai bentuk dukungan pada mereka yang tetap harus bekerja harian demi bertahan hidup.

Baca Juga:  Rokok Barang Haram? Lalu Korupsi Cukai Rokok Itu Disebut Apa?

Gunakan alat pelindung diri sederhana

Kita juga masih bisa kok beli rokok langsung ke warung. Beberapa pedagang memilih untuk tetap berjualan. Jika memang harus belanja langsung, kita tetap harus memperhatikan prosedur pencegahan corona. Gunakan alat pelindung diri sederhana, misalnya masker, sarung tangan, atau hand sanitizer untuk membersihkan tangan sebelum dan sesudah transaksi.

Ingat, tips ini dilakukan jika memang harus keluar rumah. Tapi, sebisa mungkin sih belanja online saja, lebih aman.

Beli stok lebih tapi jangan berlebihan

Nah, tips ketiga ini berpotensi disalah artikan. Maksud dari membeli stok lebih itu bukan dengan memborong sebanyak-banyaknya seperti fenomena panic buying yang ramai belakangan ini. Gak usah lebay kayak orang yang borong mie instan berkardus-kardus, beras berkarung-karung, dan lainnya.

Yakin dan percaya kalau kita semua bakal melewati situasi sulit ini. Semua akan kembali normal. Aktivitas ekonomi akan berjalan seperti biasa. Maka dari itu, stok rokok secukupnya saja, barang satu atau dua slop. Gak usah sampai sepuluh slop.

Baca Juga:  Yang Tidak Perokok Suka dari Orang yang Tidak Merokok

Jangan sampai rokok ikutan jadi barang langka, kemudian harganya melonjak kayak masker dan hand sanitizer. Kalau sudah begitu, kita juga yang stres nantinya. Bukankah kita merokok untuk menghilangkan stres?

Itulah beberapa tips belanja rokok pada masa pandemi. Dengan memperhatikan tips-tips di atas, kita bisa tetap berekreasi sederhana sambil terus menjaga diri dari ancama corona. Jangan lupa, meski merokok tidak dilarang, sebagai perokok santun kita tetap harus sadar ruang. Jangan merokok dekat anak dan ibu hamil. Nikmati hakmu tanpa mengganggu hak orang lain.

Semoga kita semua bisa tetap berbahagia, karena bahagia bisa meningkatkan imun tubuh. Tetap sehat dan waspada!

Aris Perdana

Manusia yang dikutuk untuk bebas | @arisperd