Area Merokok di Rumah Andhika-Ussy Menginspirasi Perokok Santun

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Area merokok di rumah tentu bisa kita ciptakan sendiri. Begitulah kira-kira spirit yang diusung oleh pasangan seleb Andhika Pratama dan Ussy. Jelas bukan tanpa alasan keduanya mencipta satu spot nyebtas di lingkung rumahnya. Walaupun secara generik disebut sebagai area santai. Sampai kini rumah pasangan seleb ini terbilang masih dalam proses renovasi.

Melalui kanal YouTube Ussy Andhika Official Anda akan dapat melihatnya secara visual. Hampir seluruh bagian rumahnya betul-betul disulap jadi kece, tak hanya secara visual, tetapi juga peruntukannya. Ruangan yang semula area bermain biliar, misalnya, kini menjadi ruang keluarga. Ruang yang semula sempit kini serasa lebih lega. Iya dong, namanya juga buat ruang kumpul keluarga.

Tidak hanya itu, ruang makan dan dapur juga direnovasi jadi makin kece dan nyaman. Perlu kretekus ketahui, istrinya babang tamvan Andhika juga punya hobi memasak loh. Nah tuh, bapak lima anak ini terbukti sangat perhatian dengan hobi istrinya. Memasak adalah bagian dari ekspresi budaya, seperti halnya aktivitas sebats.

Tidaklah keliru jika pasangan ini menyediakan pula area merokok. Ruang tamunya difungsikan juga menjadi ruang baca. Dari sini kita bisa kita simpulkan, bahwa rumah tidak hanya sekadar tempat berhuni. Pula menjadi sarana kita mengekspresikan diri. Bukan karena dia seleb lantas dianggap punya banyak duit untuk bangun ini itu, bukan loh, gaes.

Baca Juga:  10 Manfaat Rokok Bagi Kesehatan Manusia

Berpijak pada asasnya, yakni dimulai dari diri sendiri. Iya, di antaranya dengan memberi perhatian untuk berlaku santun dalam merokok. Sebagai pemilik rumah paling kurang ada yang harus kita kondisikan, utamanya dengan menyediakan area merokok. Terlepas dari pasangan seleb ini perokok atau bukan loh ya. Itikad menyediakan area merokok untuk tamu yang merokok adalah bukti bahwa kita menghargai hak sesama.

Lalu bagaimana dengan saya yang seleb saja bukan, luasan rumah nisbi pas-pasan? Iya sederhana saja, cukup dengan mengondisikan teras. Bukan kebetulan, teras saya berhubungan langsung dengan udara terbuka. Jadi kalau urusan klepas-klepus, asapnya langsung terbawa angin. Mencemari udara? Iya tidak juga, bukan kebetulan lagi kalau serba-serbi tanaman di teras cukup punya andil menetralkan.

Itu gambaran area merokok di rumah saya. Pula ketersedian asbak di meja teras menjadi semacam tanda, bilamana ada teman sesama perokok yang bertamu. Tersirat bahwa tempat yang kita tentukan untuk nyebats iya itu yang ada asbaknya. Simple saja kan. Selain itu, kita juga perlu edukasi anak-anak, diingatkan untuk tidak ikut gabung saat kita merokok. Selebihnya, tinggal kesadaran masing-masing saja.

Baca Juga:  Memoar Akhir Pekan dan Ruang Merokok

Ohiya, buat Pak Andhika dan Ibu Ussy, terus terang itikad kalian dalam menghargai hak perokok cukup relevan untuk jadi bahan tulisan ini. Bukan apa-apa, setidaknya dapat menginspirasi masyarakat, terlepas perokok atau bukan. Untuk mengedukasi publik menjadi perokok santun faktanya mudah saja toh. Tak perlu ribet. Sediakan saja areanya, bersama kita rawat kewarasan.

Jibal Windiaz

anak kampung sebelah