Perempuan merokok di arab saudi

Merokok, Perayaan Lebaran Sederhana di Masa Pendemi Corona

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Boleh jadi 2020 adalah tahun yang buruk untuk banyak orang, atau setidaknya bagi saya dan sebagian orang lainnya. Begitu banyak rencana dan harapan harus gagal atau pupus. Beruntung, aktivitas merokok masih membantu kita, para perokok untuk terus bertahan menghadapi semuanya.

Hampir semua hal yang dijalani masyarakat menjadi beda tahun ini. Ramadan, bulan yang penuh berkah dan keramaian, dijalankan dengan lebih sepi dan sunyi. Tidak ada hingar bingar, hanya ada kekhusyukan dalam beribadah dan membuat doa agar pandemi ini segera berlalu. 

Walau begitu kondisi yang harus kita hadapi, perayaan lebaran tentu harus tetap dirayakan dengan penuh kegembiraan. Meski tidak bisa mudik dan bertemu keluarga di kampung, kita tetap bisa bergembira dengan orang di sekeliling kita. Bertamu ke tetangga terdekat, atau menelepon teman serta saudara di panggilan video. 

Hal paling utama dari merayakan idul fitri adalah merayakan kemenangan. Mengembalikan fitrah sebagai manusia, kembali suci setelah menuntaskan ibadah puasa satu bulan lamanya. Semua tetap bisa terlaksana walau kondisi corona membuatnya menjadi lebih sepi dari biasanya. 

Buat para perokok, ada tiga hal yang setidaknya pantas kita rayakan tatkala lebaran. Pertama, kita merayakan kemenangan kita atas segala hawa dan nafsu yang harus kita tahan selama ibadah puasa. Untuk persoalan ini, tidak perlu kita bahas lagi kali ya. 

Kedua, tentu saja kemenangan kita atas corona yang membuat sebagian kita khawatir tak mampu menjalankan ibadah. Sebulan lamanya kita bertahan di rumah, beribadah di rumah, dan mengurangi keramaian selama Ramadan. Jadi, di hari raya, marilah kita rayakan kemenangan atas pandemi ini dengan menyatakan; kami masih bisa ibadah walau hanya di rumah. 

Dan yang ketiga sekaligus terakhir, marilah kita para perokok merayakan kemenangan atas dogma merokok itu candu. Buktinya, sebulan penuh kita bisa menjalankan ibadah puasa. Tanpa perlu membatalkan puasa, nyatanya kita bisa tidak merokok ketika masih menjalankan ibadah. Barulah ketika berbuka, kita rayakan kemenangan kecil dengan merokok sebelum melanjutkan solat. 

Kemenangan terakhir ini menjadi sebuah bukti nyata di setiap tahunnya kalau anggapan merokok itu candu hanyalah sebuah hal yang halu. Kita para perokok bisa membuktikan bahwa tidak mengisap rokok selama puasa tak membuat kita jadi sakaw. Kita bisa bertahan demi semangat beribadah yang pantang surut hanya karena tidak merokok. 

Maka pada hari lebaran ini, marilah kita rayakan kemenangan-kemenangan tadi dengan cara terbaik menurut kita masing-masing. Bercengkerama bersama keluarga, menelepon sanak saudara di desa, juga silaturahmi antar tetangga. Sembari memakan opor dan ketupat, tentu kita tidak bakal lupa agenda sebats. 

Ingat, kalau mau merokok, jangan lupa lihat keadaan sekeliling.  Jangan sebats ketika di sekitar anak. Coba keluar ke teras atau halaman, sembari mengisap sebatang kretek, mari rayakan kemenangan di tengah pandemi ini dengan cara yang paling sederhana. Selamat lebaran, mari saling menguatkan. 

Baca Juga:  Ketika Rokok Jadi Sponsor Sepak Bola Indonesia
Aditia Purnomo

Bukan apa-apa, bukan siapa-siapa | biasa disapa di @dipantara_adit