Alat linting

Mengenal Beragam Jenis Alat Linting

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Melinting rokok sendiri di kalangan penikmat tingwe tak berhenti sebatas melinting dengan tangan. Adapula yang menggunakan alat linting untuk membuat hasil lintingannya serupa dengan sebatang rokok. Seiring maraknya penikmat tingwe, bermunculan pula beragam pilihan alat untuk membuat rokok sendiri.

Di kalangan industri rokok, terutama yang masih memproduksi sigaret kretek tangan (SKT). Masih lazim ditemukan alat linting di rumah produksinya. Jika Anda berkesempatan mengunjungi lingkungan industri kecil di Kudus, maka Anda akan melihat kepiawaian pekerja di hadapan alat linting sederhana itu.

Baiklah, mengingat kini semakin banyak penikmat tingwe, terutama mereka yang terbilang pemula, tentu rasa ingin tahu dan mengenal budaya melinting ini harus kita akomodir. Untuk itu, melalui tulisan ini saya akan kenalkan secara singkat jenis-jenis alat linting yang lazim di pasaran.

Pertama

Adalah alat linting yang dipergunakan pabrikan SKT, umumnya rangkanya terbuat dari kayu berkualitas. Ada dari kayu jati kayu adapula dari kayu meranti atau mahoni. Di museum kretek Kudus masih tersimpan baik alat melinting berbahan kayu jati. Ini jenis yang paling banyak dicari kolektor.

Baca Juga:  Tuhan Bersama Perokok Santuy

Iya, dicari lantaran mengandung nilai sejarah serta bentuknya yang klasik. Bentuk klasik seperti ini sudah sedikit yang memproduksi, namun kita bisa memesannya. Bentuknya sederhana, saat digunakan harus diletakkan di meja atau pada bidang yang lain. Dioperasikan sambil duduk menghadap alat tersebut. Cara kerjanya sederhana saja.

Saat mengoperasikannya, kedua tangan kita akan terbagi fokusnya pada dua titik. Tangan kiri akan melakukan penyiapan bahan yang dijejalkan ke dalam ceruk yang tampak dilambari bahan kain. Setelah rapi dan merata, barulah tangan kanan mengengkol tuas pencetak ke bawah. Lalu dengan otomatis, sebatang rokok akan tercetak menyembul dari ceruk itu.

Kedua

Adalah alat linting yang rangkanya berbahan plastik. Bentuk dan cara kerjanya serupa dengan alat linting yang ada di pabrikan SKT. Umumnya yang seperti itu disebut jenis “becak”, mungkin karena bentuknya yang menyerupai miniatur becak, dan saat mengengkol tuasnya seperti sedang menekan tungkai rem becak.

Jenis becak ini agak riskan buat dibawa ke mana-mana. Pastinya tidak bisa dimasukkan ke dalam saku baju atau celana. Lebih tepatnya, jenis ini adalah jenis portable, Anda harus melngoperasikannya sambil duduk. Jenis ini adalah duplikasi dari alat generasi pertama.

Baca Juga:  Menguak Dunia Dalam Anak Petani Tembakau

Ketiga

Adalah alat linting berukuran sedang dan tidak ada tuasnya. Tampak rata alias ceper. Saat mengoperasikannya, Anda akan merasakan seperti membuka dan menutup laci. Bahan rangkanya juga terbuat dari plastik, kualitas sedang. Lembar kainnya ada dua pilihan, ada yang dari kain kanvas ada juga yang plastik.

Keempat

Adalah alat linting yang lebih kecil dari bentuk pertama dan kedua. Versi ini bisa dimasukkan ke dalam saku baju atau celana. Seukuran genggaman orang dewasa. Bisa dibawa nongkrong buat seru-seruan di mana saja. Bahan rangkanya dari plastik kualitas rendah. Adapula versi lainnya yang bahan rangkanya terbuat dari polikarbon. Cukup berkualitas, pengoperasiannya sama saja.

Kelima

Adalah alat linting yang bentuknya seperti bungkus rokok, tapi tentunya agak lebih besar seukuran saku baju. Bahannya terbuat dari stainles ataupula kaleng. Ini adalah generasi alat linting yang cukup modern, karena memiliki wadah atau space untuk menyimpan sisa tembakau yang nanti akan dilinting kembali.

Keenam

Adalah linting yang menyerupai bendera kecil. Bahannya berupa setangkai kayu ataupula plastik, kemudian terdapat lembar kain yang menepel pada tangkai tersebut. Persis seperti membawa bendera kecil. Ini salah satu jenis yang jarang digunakan penikmat tingwe, bukan apa-apa, agak ribet dan kurang mantap mengaplikasikannya. Setidaknya bagi saya, hehe.

Baca Juga:  Dua Teknik Pengeringan Tembakau Berbasis Curing
Jibal Windiaz

anak kampung sebelah