orang merokok

Mulut Asem Hanya Istilah Perokok, Tak Perlu Ditafsir Berlebihan

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Istilah mulut asem populer kita dengar sebagai celotehan dari perokok. Kondisi lazim yang dialami kasta sebats ini tidak melulu dilatari adanya persoalan kesehatan. Kondisi ini bisa terjadi kapan saja, habis bangun tidur, setelah makan, atau setelah melakukan aktivitas lain.

Secara umum manusia dapat mengidentifikasi rasa dari molekul-molekul kecil yang dilepaskan saat minum pula mengunyah, dan mengolah bahan makanan. Ini adalah peristiwa alamiah dari peran sistem inderawi kita. Molekul-molekul kecil itulah yang merangsang saraf sensori pada mulut yang kemudian akan mengirimkan sinyal ke otak yang akan mengidentifikasi salah satu dari rasa manis, pahit, asam, asin, dan gurih.

Perihal kondisi mulut asem ini oleh kalangan kesehatan disebutkan pula beberapa faktor penyebabnya. Secara umum, karena adanya gangguan pencernaan. Yap. Lambung kita memproduksi asam (enzim) dari hasil mengolah makanan-minuman yang masuk.

Untuk menjalani perannya dalam proses pencernaan, lambung menghasilkan berbagai enzim. Perlu diketahui lagi, enzim di lambung berfungsi untuk memecah makanan. Sehingga makanan dapat dicerna dan diserap dengan baik oleh usus.

Baca Juga:  Review Rokok Moden, Produk Cina yang Beredar di Indonesia

Sejatinya, enzim di pencernaan tidak hanya ditemukan di dalam lambung, tapi juga pada organ pencernaan lainnya. Pada mulut, pankreas, serta usus halus, unsur enzim dapat pula ditemukan. Mulut asem yang dialami perokok tentu saja ini hal wajar.

Rasa asam di mulut akibat produksi enzim ini secara alamiah bisa hilang dengan sendirinya, tanpa perlu dirisaukan. Bagi perokok, problem mulut asem biasanya diatasi dengan merokok. Rokok yang merupakan produk tembakau setidaknya dapat mengatasi rasa asam di mulut.

Tidaklah berlebihan jika kita tilik sedikit manfaat tembakau, lantaran adanya unsur nikotin yang diakui pula memiliki manfaat medis. Nikotin pada produk tembakau yang kita konsumsi berinteraksi dengan enzim dan sedikit dapat mentralkan reaksi kimiawi dari oragan pencernaan kita.

Selain itu jika kita mengalami gangguan pada mulut, misalnya sakit gigi atau sariawan pada gusi dapat diatasi oleh unsur yang dikandung pada tembakau. Menilik produk kretek yang secara spesifik mengandung rempah berupa cengkeh, ini berguna pula sebagai antioksidan.

Baca Juga:  Tipe Modal Perokok Saat Nongkrong

Zat yang dikandung pada rempah juga tembakau sejak lampau sudah diketahui manfaatnya oleh leluhur kita. Begitupula sirih dan pinang yang menjadi cikal bakal munculnya budaya kretek. Bagi saya, tanpa bermaksud lebay, produk kretek merupakan bukti dari kejeniusan masyarakat kita.

Maksud jenius di sini adalah kemampuan mengkombinasikan manfaat tembakau dan rempah, yang secara herba membantu mengatasi gangguan kecil pada persoalan mulut maupun pencernaan. Jika Anda merasa heran kenapa perokok mengalami kondisi mulut asem, janganlah berlebihan menuduh adanya problem kesehatan.

Sekali lagi, kondisi asam di mulut ini hal lumrah yang ditimbulkan dari aktivitas konsumsi kita. Persoalan lain yang menyangkut kesehatan, dimungkinkan sekali akibat tidak seimbangnya pola konsumsi setiap individu.

Jibal Windiaz

anak kampung sebelah