Review Rokok Clas Mild, BenchMark Tinggi dari Nojorono

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pasar rokok mild adalah segmen yang memiliki persaingan paling ketat di Indonesia. Bukan berarti kemudian banyak perusahaan yang menyerah untuk bersaing di segmen ini. PT Nojorono Tobacco International asal Kudus misalnya, dengan menawarkan rokok Clas Mild, mereka masih pede bertahan untuk bersaing.

Boleh dikatakan, Clas Mild adalah underdog dalam persaingan di pasar rokok mild. Jika dikaitkan dengan nama klub sepak bola asal Italia, dia bak klub Atalanta, bukan tim besar namun mengancam dan kuat bersaing bersama nama-nama besar.

Akan tetapi jika dilihat secara fisik, tak ada yang istimewa dari rokok ini. Tak ada perubahan yang signifikan dari masa ke masa. Dibaluti warna putih dengan motif garis-garis tipis yang mengelilingi, model bungkus ini terasa sangat standar.

Tapi justru citarasa rokok ini yang jauh dari kata standar. Bisa dibilang, rokok Clas Mild memiliki rasa yang istimewa dan bahkan bisa jadi lebih enak ketimbang para pesaingnya. Meski akhirnya citarasa ini lagi-lagi adalah soal perspektif.

Baca Juga:  3 Hal yang Penting diperhatikan Perokok Etis

Nojorono nampaknya memikirkan betul bagaimana rokok ini bisa diterima masyarakat. Terutama kelompok anak muda dan menyasar masyarakat urban yang memang lebih suka dengan rokok dengan rasa yang lembut.

Sejak awal memang rokok ini sudah memberikan citarasa cukup manis sebagai sajian pembuka. Rasa manis ini kemudian tetap konsisten dari awal hingga akhir meski sebenarnya tidak begitu dominan. Jika dinikmati, ada unsur pedas dari cengkeh yang juga kuat walau rasa manisnya masih bisa mendominasi.

Tarikan rokok ini luar biasa halus dan nyaris tak memberikan efek tidak nyaman pada yang menikmatinya. Menurut beberapa pihak, banyak yang menyebutkan bahwa kelembutan rokok ini nyaris untuk disaingi oleh pabrikan lain. Ini yang kemudian membuat Clas Mild sebenarnya layak disematkan sebagai Benchmark tinggi dari Nojorono.

Rokok Clas Mild masuk dalam kategori sigaret kretek mesin dengan golongan layer cukai pertama. Dengan demikian produk ini mudah untuk ditemui di mana-mana. Akan tetapi harga di pasaran sekitar 22 hingga 23 ribu rupiah.

Baca Juga:  6 Hal yang Penting Diketahui Perokok Saat Berkumpul

Apakah dengan harga tersebut layak untuk membeli rokok ini? Jawabannya belum tentu. Meski menawarkan kelembutan yang luar biasa, rokok ini juga mungkin banyak yang tak suka karena itu. Tapi jika memang anda menyukai kelembutan, silahkan berpaling untuk menikmati rokok ini.

Indi Hikami

TInggal di pinggiran Jakarta