Rokok marcopolo

Review Rokok Marcopolo, Cerminan Pelaut Hebat

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

125Butuh upaya yang luar biasa agar sebuah produk mampu bertahan bertahun-tahun melewati jaman yang berbeda. Usaha ini tentu tak bisa main-main, mengingat semakin kompetitifnya persaingan produk di pasar industri hasil tembakau. Salah satunya adalah rokok Marcopolo, meski sulit namun produk ini masih tetap tangguh melintasi zaman.

Rokok Marcopolo adalah pembeda dari merek-merek rokok lainnya di negeri ini. Ketika industri hasil tembakau lebih banyak terletak di Pulau Jawa, merek ini justru sebaliknya. Dia merupakan produk dari pabrikan rokok asal Medan, PT Sumatra Tobacco Trading Company.PT Sumatra Tobacco Trading Company.

Produk utama PT STTC adalah Marcopolo King Size berwarna emas yang sebenarnya masuk dalam kategori sigaret putih mesin. Sebenarnya ada banyak varian lainnya seperti produk SPM mereka dengan Lights, Mentol Lights, dan Marcopolo Mild, tapi jenis yang memiliki bungkus warna emas ini yang lebih ikonik.

Rokok Marcopolo King Size sudah mulai masuk ke pasar sejak kisaran tahun 80an. Di era tersebut dan setelahnya yaitu 90an, rokok sangat familiar di pasaran. Taglinenya pun masih banyak yang mengingat saat ini yaitu “Pemberani dan Tangguh.”

Baca Juga:  3 Alasan Kita Harus Berhenti Merokok di Bulan Ramadhan

Bahkan masih ada di antara kita yang mengingat betapa ikoniknya iklan rokok ini di televisi. Pelayar yang sedang menghadapi ombak kuat di tengah lautan, lalu salah satu talinya mengenai petir, dan kemudian mereka sukses menghadapi badai. Di situlah nyanyian marcopolo bersenandung diselingi voice over “Pemberani dan Tangguh.”

Saya kira Marcopolo King Size mampu membuktikan bahwa tagline mereka bukan hanya sekadar gimmick belaka. Mereka berhasil membuktikan diri bertahan melintasi zaman. Apalagi mereka memiliki rasa yang juga tidak begitu familiar.

Pasar Sigaret Putih Mesin di Indonesia dikuasai oleh pabrikan besar yang sudah diakuisisi oleh asing. Bagi Marcopolo, Halim Merah, dan SPM lokal lainnya tentu akan sulit untuk bertarung. Tapi setidaknya bertahan saja, itu sudah cukup dan bisa tetap merawat khasanah kelokalan.

Dari Marcopolo King Size sebenarnya kita bisa belajar, bahwa teori dari pepatah lama yang mengatakan pelaut hebat tidak lahir dari laut yang tenang masih relevan hingga sekarang. Saat ini, merek ini tengah menghadapi badai hebat itu, apakah ia masih bisa bertahan? Mari kita saksikan bersama.

Baca Juga:  Rokok Dibuang, Kendaraan Ditimang
Indi Hikami

TInggal di pinggiran Jakarta