fenomena anak merokok

Merek Rokok Terkenal yang Sudah Tidak Diproduksi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Setiap rokok punya zamannya masing-masing. Ada beberapa merek rokok yang berjaya di satu masa, tapi hilang dan tenggelam. Semua terjadi karena beragam faktor dan indikator yang terjadi pada momen-momen tersebut.

Dan inilah beberapa merek rokok yang terkenal pada zamannya, tapi sudah tidak diproduksi lagi saat ini.

Tjap Bal Tiga

Ini adalah rokok yang menjadi pembuka zaman bagi industri kretek di Indonesia. Merupakan merek rokok pertama yang memiliki pabrik dengan jumlah pekerja lebih dari 10 ribu orang. Sang pemilik perusahaan, Nitisemito, juga kerap disebut-sebut Bung Karno sebagai salah satu pengusaha pribumi paling sukses pada masa itu.

Merek rokok ini beredar di kisaran tahun 1914-1940. Di kisaran tahun 1930an pamor merek rokok ini mulai surut dan dinyatakan pailit pada medio 1950an. Katanya sih, penyebabnya karena konflik internal kelurga.

555

Setelah besar masa industri kretek di masa pra kemerdekaan, rokok putihan mulai menemukan kejayaannya di Indonesia pada kisaran tahun 1950-1970. Salah satu merek yang paling terkenal saat itu adalah rokok 555 yang menjadi salah satu rokok favorit Bung Karno.

Baca Juga:  Perkiraan Harga Rokok untuk Tahun 2020

Rokok dengan nama resmi State Ekspress 555 tapi lebih akrab disebut triple five. ini sendiri diproduksi Ardath Tobacco Company, perusahaan rokok asal Inggris. Memiliki kemasan isi 50 batang, rokok ini menjadi andalan Soekarno untuk berbagi rokok ke ajudan dan anak buahnya di istana negara.

Sayang, masa kejayaan rokok putih kemudian surut lantaran ditemukannya mesin untuk membuat sigaret kretek mesin. Dan setelah tahun 1970an, rokok kretek kembali menjadi raja di negeri sendiri.

Djarum Black Tea

Kalau merek yang ini memang tidak legendaris, tapi memiliki kesan yang cukup baik pada diri saya. Sebagai merek, Djarum Black Tea tentu terkenal dan cukup populer. Dengan rasa teh yang cukup kuat, tentu menjadi sebuah gambaran baru tentang rokok kretek dengan rasa-rasa di Indonesia.

Sayangnya, merek ini kurang terlalu laku di pasaran dan kini sudah tidak lagi diproduksi oleh Djarum. Kini tersisa Djarum Black Capucino yang menjadi produk turunan Djarum Black dengan cita rasa masyarakat sehari-hari.

Baca Juga:  Ramadhan dan Pembuktian Rokok Tidaklah Adiktif
Aditia Purnomo

Bukan apa-apa, bukan siapa-siapa | biasa disapa di @dipantara_adit