Rokok Dji Sam Soe

Review Rokok Dji Sam Soe, Kretek Legendaris Kesukaan Para Senior

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Rokok Dji Sam Soe reguler adalah produk yang lekat dengan istilah rokoknya para senior. Bukan apa-apa, produk kretek yang eksis selama lebih dari 90 tahun ini telah mampu bertahan dan secara konsisten menjadi produk yang laris di pasaran.

Selama bertahun-tahun, produk ini menjadi “King of Kretek” dan menjadi tulang punggung Sampoerna terutama sebelum diakuisisi oleh Philip Morris. Selain itu tercatat juga, Dji Sam Soe telah menemani perjalanan perusahaan selama empat generasi.

Tentus saja saya tidak akan banyak mengulas soal eksistensi perusahaan ini ketika sudah diakuisisi oleh Philip Morris. Saya akan lebih fokus mengulas soal cita rasanya. Tak dipungkiri, rokok legendaris yang satu ini memberi sensasi kandungan rempah yang kuat serta kesan nutty sebelum dibakar.

Ini salah satu kebiasaan saya sebelum membakar sebatang rokok. Biasanya saat pertama membuka bungkusnya, batang pertama pasti saja saya endus dulu. Kalau ada yang bilang Dji Sam Soe itu rokok berat, iya memang. Produk ini memang dikenal berat dan padat, tapi ya tarikannya halus juga kok.

Baca Juga:  Wisata Kretek : Peringatan Hari Kretek di Lereng Sumbing

Terkait ini, kemungkinan besar karena komposisi tembakau Madura dan Virginia yang ada padanya. Dua tembakau tersebut memang dikenal halus, selain itu memiliki aroma yang khas. Ohiya, Dji Sam Soe jenis reguler ini juga memberi sensasi spicy saat kita mengisapnya. Saya merasakan kandungan cengkeh berkualitas pada produk kretek ini.

Namanya juga rokok legendaris, sudah bisa dipastikan dia memiliki komposisi yang memang khas dan kuat cita rasanya. Tak heran, banyak juga produk lain di golongan rokok murah yang meniru-niru citra Dji Sam Soe. Saat mengisapnya, jika kita merasakan ada kesan manis pedas, sangat mungkin sekali kompoisi flavor pada rokok Dji Sam Soe terdapat unsur adas dan kayu manis.

Dulu, iya dulu sekali, pada bungkus rokok Dji Sam Soe terdapat keterangan yang mengisyaratkan produk tersebut dapat melegakan gangguan pernafasan. Namun agaknya sejak diakuisisi oleh Philip Morris keterangan yang terkesan paradoks dengan isu kesehatan itu kemudian ditiadakan.

Banyak produk PT Sampoerna yang kemudian menggunakan citra kesuksesan Dji Sam Soe. Seiring zaman, produk berlogo bintang sembilan itu terus mengeluarkan varian lainnya. Iya tentu itu seiring prevalensi selera konsumen yang terus berkembang. Perusahaan ini cukup cemerlang dalam menghadirkan berbagai inovasi produk. Patut diacungi jempol.

Baca Juga:  Pangeran Diponegoro; Perokok dan Nasionalisme
Jibal Windiaz

anak kampung sebelah