Rokok u mild

Review Rokok U Mild, Tak Seperti Produk Sampoerna

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Demi bersaing dengan banyak produsen yang mengeluarkan rokok low tar low nikotin (LTLN) di harga skala menengah, PT HM Sampoerna menelurkan Rokok U Mild. Secara harga rokok ini memang murah dari banyak merek Sampoerna pada umumnya. Akan tetapi nampaknya secara citarasa kok rokok ini malah tak seperti produk Sampoerna, mengapa?

Jika tidak ada logo Sampoerna di bungkusnya maka sudah banyak yang menyangsikan bahwa rokok ini buatan produsen asal Surabaya tersebut. Bahkan secara rasa pun demikian, karena harganya lebih murah maka tarikan yang diberikan pun tak bisa dibilang lembut.

Mari kita membahas terlebih dahulu dari segi bungkus. Jujur sebenarnya tak ada masalah dengan bungkus Rokok U Mild, bahkan bisa dibilang cukup bagus dan legendaris. Dimunculkan pertama kali pada 2004 silam, rokok ini tak mengalami perubahan bungkus yang revolusioner.

Dengan demikian sebenarnya Rokok U Mild ini juga sudah banyak dikenal oleh masyarakat. Saya pun demikian, mengenal rokok ini ketika di kampus dulu. Harganya terjangkau dan bisa dibeli secara eceran dan termasuk rokok andalan saya.

Baca Juga:  Kretek Punya Andil Besar dalam Pembangunan Rumah Sakit

Hanya memang kelemahan rokok ini adalah di soal citarasa. Tarikannya kasar dan kadang bikin tenggorokan menjadi tidak nyaman. Padahal produk Sampoerna terkenal dengan tarikannya yang halus dan memanjakan para penikmatnya.

Contoh saja Sampoerna A Mild dan Dji Sam Soe. Dua produk legendaris ini bahkan disebut dalam mitos para perokok sebagai produk yang paling enak dinikmati saat flu atau tidak enak badan. Ya wajar ajah sih mengingat tarikannya yang sangat halus.

Kandungan tar di Rokok U Mild ini sama seperti LTLN lainnya yaitu 15 miligram dan nikotin sebesar 1,0 miligram. Ohya rasa manis di rokok ini ada dan dominan sekali dari awal hisapan hingga akhir. Meski bisa dibilang rasa manisnya tak sekuat Rokok Sampoerna A Mild.

Durasi hisapan Rokok U Mild ini sekitar 10 hingga 11 menit dalam kondisi normal. Satu bungkus rokok ini berisikan 12 batang bisa dibeli dengan harga 21 hingga 22 ribu rupiah. Bagi kalian perokok yang mementingkan harga ketimbang rasa, ya barangkali cocok dengan menikmati rokok ini.

Baca Juga:  Menilik Cengkeh dan Mewaspadai BOB ASU
Indi Hikami

TInggal di pinggiran Jakarta