soekarno budaya merokok

Rokok 555 dan Diplomasi Rokok Ala Soekarno

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Soekarno adalah perokok yang tampil. Maksudnya, dalam cukup banyak kesempatan Ia kerap menampilkan sosok dirinya yang perokok. Berbeda dengan pesohor zaman sekarang yang malu-malu jika tampil bersama rokok. Dan rokok 555 adalah andalan Bung Karno dalam melakoni aktivitasnya.

State Ekspress 555 adalah nama resmi rokok yang kerap disebut dengan triple five. Rokok 555 ini sendiri diproduksi Ardath Tobacco Company, perusahaan rokok asal Inggris. Kini, perusahaan itu telah diambil alih oleh British American Tobacco.

Menurut cerita pengawal pribadi Soekarno, Mangil Martowidjojo, Bung Besar itu kerap menikmati sebatang rokok 555 setelah makan. Biasanya, Ia menyantap buah terlebih dahulu setelah makan, baru kemudian membakar rokoknya. Soekarno sendiri jarang sekali merokok hingga habis, baru setengah batang terbakar biasanya sudah dimatikan.

Selain mengisap rokok ini, Bung Karno juga menikmati rokok merek lainnya seperti Player’s. Untuk yang satu ini, ada cerita menarik yang melibatkan pemimpin revolusi Kuba, Che Guevara. Pada masa itu Indonesia memang terbilang dekat dengan Kuba yang menjadi musuh Amerika Serikat beserta gengnya.

Baca Juga:  4 Tips Mempersiapkan Nobar dengan Baik

Jadi, ketika Che datang ke Indonesia, Ia terkejut ketika ditawarkan rokok Player’s oleh Bung Karno. Menurutnya, merek rokok itu berasal dari Inggris yang nontabene adalah negara imprealis. Dan pertanyaan serius dijawab dengan santainya oleh Bung Karno.

“Betul. Kaum imperialis dan kapitalis itu harus diisap jadi asap dan debu,” ujar Bung Karno, diiringi tawa.

Dalam urusan politik sendiri, Bung Karno menampilkan dirinya terlihat merokok bersama tokoh penting. Seperti dengan Perdana Menteri Uni Soviet Nikita Khrushchev dan Perdana Menteri India Jawaharlal Nehru. Dengan foto-foto tadi, Soekarno dan Indonesia tampak begitu akrab dan akur dengan pimpinan dan negara tersebut.

Semua ini bisa terjadi karena pada masa itu belum ada larangan merokok di protokoler pertemuan internasional. Di masa itu, para delegasi dalam berbagai konferensi bisa bebas merokok dengan santainya. Mungkin karena itulah, hasil pertemuan atau aturan yang dibuat jadi lebih berbobot ketimbang sekarang.

Di dalam negeri pun, Bung Karno bisa terlihat akrab dengan para pengawal atau orang-orang dekatnya juga karena rokok. Sekakar informasi, satu bungkus rokok 555 itu berisi 50 batang. Dan rokok ini cepat habis, walau bung karno tidak banyak-banyak amat merokok, karena kerap dibagikan kepada mereka.

Baca Juga:  Pengobatan Alternatif yang Ditentang, Tapi Menjadi Andalan Rakyat

Ya, begitu lah keakraban yang bisa dihadirkan oleh Bung Karno dan rokok. Di dalam negeri akrab dengan anak buah dan pengawal, di luar negeri pun akrab dengan pejabat pentingnya. Mungkin karena kebiasaan semacam inilah hingga hari ini Bung Karno masih dicintai oleh banyak orang di berbagai belahan dunia.

Aditia Purnomo

Bukan apa-apa, bukan siapa-siapa | biasa disapa di @dipantara_adit