Rokok sintren

Rokok Sintren, Klembak-Menyan Legendaris Asli Indonesia

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Rokok sintren boleh dibilang salah satu produk legendaris yang kerap dikaitkan dengan hal-hal mistis. Cita rasanya kuat dengan unsur klembak serta unsur kemenyan. Penggunaan nama dagang dari produk ini pula yang membuatnya dekat dengan tafsir masyarakat tradisional.

Kemasannya sangat sederhana dalam lipatan kertas minyak. Panjang rokoknya melebihi ukuran produk rokok reguler. Terbilang untuk menghabiskan sebatang saja butuh waktu yang lebih lama. Dilihat sekilas dari kemasannya terkesan seperti rokok klobot.

Penampakannya saja sudah khas, pula komposisinya. Sejak tarikan pertama sudah terasa dominasi unsur-unsur rempah khas Indonesia yang negara lain tak punya. Sensasi aroma kemenyan hitam yang biasa dikonsumsi perokok sepuh ini begitu kuat menguar. Saya langsung dapat menyimpulkan, kalau produk ini sukses mempertahankan karakter kretek tradisionalnya.

Sintren sejak lama dikenal sebagai salah satu jenis tarian tradisional yang dikenal di masyarakat Cirebon. Merek dagang rokok sintren ini diambil dari nama tarian rakyat tersebut. Melalui namanya, kita langsung diingatkan akan khazanah produk kesenian rakyat di Indonesia.

Baca Juga:  Jika Kenaikan Tarif Cukai Resmi di Atas 20%, Bukti Pemerintah Menolak Bijak

Tarian ini sudah tidak lagi kerap terselenggaara sebagaimana pada masa dahulu. Hanya ditampilkan untuk kebutuhan seremonial saja. Nasibnya tak jauh berbeda dengan produk kretek legendaris ini. Kadang hanya untuk memenuhi kebutuhan ritus dan pentas kesenian rakyat yang dikenal dengan sebutan Ebleg dan ritual Suro.

Sebetulnya tidak hanya produk Sintren, rokok Siong juga rokok Siluman, adalah nama-nama produk kretek legendaris yang masih mengisi kebutuhan ritus dan sesajian untuk memuja arwah para leluhur.

Namun, bukan berarti produk legendris ini tidak memiliki penggemar setia loh ya. Rata-rata konsumennya terbilang konsumen loyal yang bisa dipastikan pernah muda pada masanya. Menurut informasi yang saya dapat, pabrik rokok berkarakter klembak-menyan ini berada di daerah Gombong, Jawa Tengah, satu daerah dengan rokok Siong.

Harga rokok ini di kisaran Rp 7,000 sampai 10,000 per bungkus. Peredaran rokok ini terbilang terbatas, hanya di sekitaran daerah Jawa Tengah. Bagi kretekus yang ingin merasakan sensasi kenikmatan rokok ini, jangan heran jika sejak isapan pertama langsung terbawa bernostlgia, serasa nyebats bareng simbah.

Baca Juga:  Review Rokok Djarum Black, Bukti Inovasi Djarum
Jibal Windiaz

anak kampung sebelah