Review Rokok Djarum Istimewa, Seistimewa Namanya

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

PT Djarum terkenal dalam mengeluarkan merek rokok yang kemudian populer di kalangan masyarakat. Walau demikian, seiring jaman bergerak, ada beberapa macam faktor yang membuat beberapa dari merek tersebut yang kemudian tidak lanjut produksi. Namun ada satu merek yang saat ini masih bertahan bertahun-tahun yaitu Rokok Djarum Istimewa.

Barangkali, ada beberapa di antara kita para perokok yang kurang begitu familiar dengan nama Djarum Istimewa. Wajar saja mengingat rokok ini hanya dijual di beberapa daerah saja.

Kretekus dari Sumatera mungkin adalah yang paling beruntung mengingat Rokok Djarum Istimewa ini banyak didistribusikan di sana. Bagaimana dengan Pulau Jawa? Saat saya menelusuri informasi, hanya sedikit di bagian barat pulau terpadat di Indonesia ini yang kebagaian distribusi penjualan.

Menarik untuk membahas Rokok Djarum Istimewa karena dari segi bungkusnya saja sudah ada impresi mewah dan elegan saat melihatnya. bungkus rokok ini didominasi warna emas, orange muda, dan hitam. Produk ini cocok sekali untuk dikoleksi.

Baca Juga:  Soal Rokok dan Anak, Deddy Corbuzier Keliru

Ada dua varian rokok ini yaitu filter dan non filter. Kalau tidak salah dari jenis bungkus juga terbagi menjadi dua. Satu yang berisi 12 batang dan satunya lagi 16 batang. Secara cukai rokok ini juga masuk dalam kategori Sigaret Kretek layer dua dan Sigaret Kretek Tangan layer dua.

Secara rasa rokok ini sebenarnya masih satu haluan dengan Djarum 76. Menurut asumsi saya pribadi, rasa haluan seperti inilah yang menjadi identitas PT Djarum.

Rokok Djarum Istimewa ini juga dikeluarkan setelah Djarum 76 hadir. Kalau tidak salah di tahun 90an dan mungkin akan ada pertanyaan, mengapa penjualannya banyak di Sumatera?

Mungkin karena banyak orang Jawa yang migrasi ke Sumatera. Dengan demikian kebutuhan untuk merokok manis seperti rokok Djarum 76 bisa dirasakan dari Djarum Istimewa ini.

Harga satu bungkus rokok ini yang berisi 12 batang sekitar 12 hingga 13 ribu rupiah. Sedangkan yang berisi 16 batang bisa lebih dari itu. Selain rasanya yang istimewa, rokok ini sangat layak sekali dibeli, tak hanya untuk konsumsi, tapi juga untuk dikoleksi.

Baca Juga:  Membuat Rokok Cethe
Indi Hikami

TInggal di pinggiran Jakarta