Review Rokok Raven, Dari Kudus untuk Perokok di Barat Indonesia

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Satu hal yang menyenangkan dari Kudus adalah tersebarnya banyak industri hasil tembakau dari skala atas, menengah, hingga kecil. Dari daerah di utara Pulau Jawa ini pula banyak rokok yang tersebar ke seluruh antero pelosok negeri. Salah satunya adalah Rokok Raven yang akan diulas dalam tulisan ini.

Banyak yang belum kenal dengan Rokok Raven. Produk ini dibuat oleh salah satu pabrikan rokok asal Kudus yaitu PT Trasentra Tobacco. Rokok ini nampaknya baru diluncurkan pada Agustus 2020 dan baru bisa dibeli di akhir bulan itu. Dari bentuk bungkusnya rokok ini cukup menarik perhatian.

Rokok Raven ini sebenarnya masuk dalam golongan sigaret kretek mesin low tar low nikotin. Saya bisa berkata demikian melihat dari kandungan tar dan nikotin yang tertera pada bungkus rokok ini yaitu 15 miligram dan nikotin hanya 1 miligram.

Dari kandungan tersebut kita langsung akan tahu bahwa rokok ini memiliki rasa yang lights alias ringan. Betul saja tarikan rokok ini cukup halus dan tak memberi rasa throat hit yang kuat pada tenggorokan.

Baca Juga:  Melestarikan Tembakau Deli

Dari segi citarasa rokok ini memang seperti layaknya rokok kudusan pada umumnya. Seperti yang sama-sama kita tahu bahwa rokok khas kudusan memiliki citarasa yang sedikit manis dan punya aroma wangi yang kuat.

Menariknya adalah bungkus Rokok Raven ini memiliki warna dominan biru dan sentuhan warna lainnya yaitu silver. Font dan coraknya memang orisinil namun warna biru yang disematkan mengingatkan kita pada salah satu merek rokok terkenal yaitu Rokok Magnum Blue.

Memang ada kesamaan di warna bungkus akan tetapi rasanya justru berbeda. Bisa dibilang soal kehalusan tarikan Rokok Raven justru tak kalah dengan Rokok Magnum Blue yang lebih populer.

Rokok Raven ini dibanderol dengan harga 16.500 ribu rupiah per bungkusnya berisi 16 batang. Prediksi saya rokok ini masuk dalam kategori SKM dengan golongan cukai layer kedua. Nah dengan demikian rokok ini sebenarnya tak didistribusikan ke banyak daerah.

Konon, penjualannya dikhususkan untuk pasar di bagian barat pulau Jawa seperti Banten, Karawang, Sukabumi, Bogor, Bekasi, dan sebagian di Pulau Sumatera. Pokoknya, dari Kudus untuk perokok di barat Indonesia.

Baca Juga:  Mengapresiasi Potensi Tembakau Rembang Agar Terus Berkembang

Asumsi itu makin kuat ketika saya mencarinya di Yogyakarta. Rokok ini kabarnya memang tidak atau belum dijual di sini dan mungkin di Jawa Tengah serta Jawa Timur. Saya hanya sempat nyicip punya teman ketika mampir ke Kudus. Bagi yang penasaran dengan rokok ini, silahkan titip teman kalian di barat Indonesia, yha!

Indi Hikami

TInggal di pinggiran Jakarta