pabrik rokok terbesar di indonesia

Pabrik Rokok Terbesar di Indonesia yang Terus Eksis

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Terdapat beberapa pabrik rokok terbesar di Indonesia yang brand-nya sangat populer di pasaran. Beberapa pabrik ini diakui memiliki sejarah panjang dalam melakoni usahanya. Kesamaan dari sejarah pabrik-pabrik ini adalah dulunya sama-sama dirintis dari usaha rumahan.

Keberadaan pabrik-pabrik ini terbilang telah memberi kontribusi besar bagi penghidupan masyarakat. Terlebih pula bagi pemasukan negara. Mungkin selama ini kita tak pernah terpikir bagaimana industri rokok ternama ini mampu bertahan.

Jika kita menilik perjalanan sejarahnya, pabrik rokok di Indonesia berangkat dari memproduksi produk kretek. Produk yang memiliki  cita rasa sangat khas. Tentu sama kita ketahui, produk kretek memiliki keunggulan pada komposisi rempahnya.

Kemudian seiring waktu berkembang, masing-masing pabrikan memunculkan berbagai varian produk. Memiliki ribuan karyawan dan sejumlah pabrik di beberapa daerah. Inilah tiga pabrik rokok terbesar di Indonesia yang terus eksis.

PT HM Sampoerna Tbk

Perusahaan yang memiliki nama lengkap Hanjaya Mandala Sampoerna, berdasar laman Wikipedia disebut sebagai perusahaan rokok terbesar pertama di Indnesia. Pada mulanya perusahaan ini secara kepemilikian merupakan perusahaan keluarga. Dimiliki oleh keluarga Sampoerna.

Baca Juga:  Review Rokok Sukun Hijau, Seleranya Para Petani

Namun sejak tahun 2005, kepemilikan mayoritas perusahaan ini berpindah tangan ke Philip Morris International (Altria group), salah satu perusahaan terbesar dunia dari AS yang telah mengakhiri tradisi keluarga lebih dari 90 tahun.

Berbasis di Surabaya, Jawa Timur, perusahaan ini meraih kesuksesan dengan merk Dji Sam soe sejak tahun 1930-an. Pada tahun 1942 di masa kedatangan Jepang, perusahaan ini merasakan dampak buruk dari agenda penjajahan Jepang. Setelah masa menggetirkan itu, kendali perusahaan dipegang oleh putera Liem—pemilik pertama, kemudian perusahaan ini bangkit kembali dan terus berkembang.

PT Djarum

Ini adalah perusahaan rokok yang lesat melakukan berbagai ekspansi bisnis. Tidak hanya menitik fokuskan pada bisnis kretek. Dalam konteks lebih luas, perusahaan ini juga memiliki perhatian lebih terhadap olahraga Badminton. Serta berdedikasi memajukan kebudayaan di Indonesia melalui Bhakti Budaya.

Berdasar sejarahnya perusahaan ini mengawali bisnis rokok di Indonesia dengan membeli perusahaan rokok yang hampir bangkrut di Kudus. Yakni NV Murup pada tahun 1951. Pengusaha Oei Wie Gwan sebagai perintis perusahaan ini telah mengalami berbagai dinamika bisnis dalam perjalanan sejarahnya.

Baca Juga:  Ini Cara Berhenti Merokok Paling Efektif

Hingga pada 20 tahun kemudian, PT Djarum mengalami perkembangan bisnis yang menggembirakan. Memasuki era 80-an dengan munculnya produk SKM yang kita kenal dengan merek Djarum Super, perusahaan yang berbasis di Kudus ini semakin mengukuhkan brandnya disertai pula dengan kemunculan berbagai varian produk lainnya.

PT Gudang Garam Tbk

Perusahaan rokok Gudang Garam adalah salah satu pabrik rokok terbesar di Indonesia yang telah berdiri sejak tahun 1958 di kota Kediri, Jawa Timur. Hingga kini, Gudang Garam sudah terkenal luas baik di dalam negeri maupun mancanegara. Produk Gudang Garam bisa ditemukan dalam berbagai variasi, mulai sigaret kretek klobot (SKL), sigaret kretek linting-tangan (SKT), hingga sigaret kretek linting-mesin (SKM).

Sebagaimana para perusahaan rokok lainnya, pada masa-masa awal perusahaan ini hanya memiliki beberapa  orang pekerja. Diawali dengan memproduksi  rokok klobot, salah satu produk legendaris yang membuat perusahaan ini kemudian dikenal luas.

 

Jibal Windiaz

anak kampung sebelah