Pipa rokok

Cangklong Rokok, Perangkat Legendaris Bagi Perokok Tipe Artsy

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Cangklong rokok bagi sebagian perokok menjadi perangkat menyenangkan yang kerap digunakan. Ada beragam jenis yang beredar di pasaran dan cukup diminati lantaran fungsinya untuk menyaring nikotin. Namun memang tidak semua perokok suka menggunakannya.

Ada yang menganggap penggunaan cangklong tidaklah praktis. Menggunakan alat bantu isap rokok ini kadang dirasa mengurangi nikmatnya merokok. Namun, boleh jadi sebaliknya bagi perokok yang sudah terbiasa menggunakannya.

Perokok bisa menemukan kenikmatan tersendiri dengan menggunakan cangklong rokok. Kenikmatan merokok bisa berbeda-beda dirasakan oleh setiap perokok, itu satu hal yang sifatnya personal dan berkaitan dengan kebiasaan.

Tak jarang juga cangklong rokok ini kerap disebut juga pipa rokok, berbeda dari cangklong untuk mengisap tembakau. Umumnya pipa tembakau ada bagian bowl atau ‘mangkuk’ sebagai wadah bakaran tembakau.

Nah, cangklong untuk rokok yang pasti tidak ada bowl-nya. Bahan bakunya bermacam-macam, ada yang terbuat dari tulang hewan, tanduk, polycarbon, fiber, bambu, ataupula kayu. Masing-masing jenis ini memiliki efek berbeda saat digunakan.

Baca Juga:  Andil Mikrofon Gunawan Untuk Kemerdekaan

Sudah barang tentu karena masing-masing jenis itu berasal dari unsur yang berbeda. Untuk yang kategori alami, yakni jenis tanduk, tulang, bambu dan kayu, terbilang paling banyak diminati. Minat ini didasari narasi yang diyakini akan khasiat dari unsur alami tersebut.

Sependek pengetahuan saya, cangklong yang berasal dari tanduk rusa memiliki harga jual yang cukup mahal. Harga ini deipengaruhi oleh narasi yang dipercaya para penggunanya terkait khasiat yang dikandung tanduk rusa.

Meski begitu, penggunaan cangklong berbahan baku lainnya, semisal dari tulang. Pula banyak diminati oleh para perokok. Adapun cangklong untuk rokok berbahan fiber ataupula polycarbon, ukurannya terbilang imut. Konon bentuknya tak seberapa artistik, terbilang elegan untuk menunjang aktivitas merokok.

Beberapa jenis cangklong lainnya, semisal dari bambu dan tanduk, di sebagian kalangan disebut memiliki nilai artistik. Tak dipungkiri, karena tekstur dan unsur alami yang dikandung tanduk maupun bambu membawa citra artistik dari sananya, tanpa harus direkayasa lagi.

Bagi perokok yang menggunakan cangklong untuk rokok kononnya terlihat lebih kharismatik. Boleh pula dituduh agak artsy, lantaran memang benda untuk mengisap rokok ini termasuk perangkat yang legendaris, berdasar sejarahnya perangkat itu sudah ada digunakan, jauh sebelum industri rokok berkembang.

Baca Juga:  3 Tokoh yang Minta Kretek Sebelum Wafat
Jibal Windiaz

anak kampung sebelah