Review Rokok Camel Yellow, Klasik Lebih Asik

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tak bisa kita pungkiri bahwa Camel adalah salah satu merek rokok yang popular di dunia bahkan di Indonesia. Kesan klasik produk ini memang ada meski hanya dari mendengar namanya saja. Akan tetapi rokok Camel Black dan Purple tak bisa menghadirkan kesan itu, dengan demikian diluncurkanlah rokok Camel Yellow.

Ketimbang dua produk sebelumnya, rokok Camel Yellow terhitung lebih muda masuk ke Indonesia. Sebagai informasi merek dagang Camel dimiliki oleh Japan Tobacco Internasional (JTI). Sedangkan di tanah air, produk JTI diproduksi oleh perusahaan asal Pasuruan, PT Alam Indomegah.

Rokok Camel Yellow ini masuk dalam kategori sigaret putih mesin dengan golongan cukai teratas. Kadar nikotin produk ini sebesar 13 miligram dan nikotin sebesar 1,0 miligram.

Dari semua produk JTI di Indonesia, rokok Camel Yellow ini punya bungkus yang paling cantik. Warna kuning yang mendominasi dengan gambar onta sebagai simbol terlihat sangat cocok satu sama lain.

Pemilihan font juga sangat menarik, enak dipandang mata. Inilah yang saya sebutkan, perusahaan besar kadang punya kemampuan untuk membuat bungkus yang menarik dan tentu dipikirkan matang-matang.

Baca Juga:  Kretek dalam Memoar Bang Bens

Dampaknya pun lagi-lagi kepada penjualan produk itu sendiri. Coba deh, seringkali kita tak sadar bahwa warna kuning rokok ini membuat kita melirik kepadanya ketika kita sedang memandang etalase penjualan rokok.

Hanya saja rokok ini punya kadar rasa spicy yang cukup kuat. Selain itu tarikannya juga menendang yang kadang-kadang bikin suka ga nyaman di tenggorokan. Maklum, rokok putihan jadul kan emang begitu.

Sebagaimana rokok putihan pada umumnya, rokok Camel Yellow ini punya durasi hisapan yang pendek. Sekali Anda membakarnya maka hanya butuh waktu delapan hingga sepuluh menit sampai rokok ini habis.

Akan tetapi Camel Yellow ini punya 20 batang dalam satu bungkus. Konfigurasi peletakan batangnya yaitu tujuh depan, enam tengah, dan tujuh belakang. Satu bungkus rokok ini memiliki harga sebesar 23 hingga 24 ribu rupiah. Tenang saja, rokok ini tersebar di mana-mana kok jadi anda ga kesulitan jika ingin mencobanya.

Indi Hikami

TInggal di pinggiran Jakarta