Rokok dunhill hitam

Review Rokok Dunhill Hitam; Kok Begini?

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tidak semua rokok asing yang di bawa ke Indonesia bisa sukses di pasaran. Secara bentuk dan promosinya memang rokok-rokok tersebut sangat menarik. Walau demikian soal rasa memang tak pernah bisa bohong. Salah satunya dengan yang akan kita ulas sekarang yaitu rokok Dunhill Hitam.

Produk ini dikeluarkan oleh PT PDIT Malang yang masuk dalam Bentoel Grup yang saat ini saham mayoritasnya dimiliki oleh British American Tobacco. Seperti yang kita ketahui bersama juga kalau Dunhill sebenarnya adalah merek dagang milik BAT yang sudah banyak dipasarkan di mana-mana.

Selain itu, rokok Dunhill Hitam ini sebenarnya memiliki nama Dunhill Cut Filter. Konon dari yang saya baca, produk yang dikeluarkan pada 2017 ini dimaksudkan untuk bersaing di pasar sigaret kretek mesin full flavour namun dengan tar medium. Konon juga segmen tersebut jarang banyak rokok yang bersaing.

Saya rasa wajar saja sih segmen tersebut jarang ada yang bersaing pasalnya semuanya serba nanggung. Kecuali jika memang hidup di luar negeri di mana rokok dengan rasa ringan jadi primadona. Kalau di Indonesia nampaknya masih sulit.

Baca Juga:  Sebatang Kretek Untuk Merayakan Kemenangan Masyarakat Kendeng

Kadar tar dalam rokok Dunhill Hitam ini sebesar 21 miligram sedangkan nikotin sebesar 1,5 miligram. Cukup jarang kan rokok yang memiliki kadar tar seperti rokok ini?

Saya akui bungkus rokok Dunhill Hitam ini cukup gagah. Tidak ada yang perlu dikritik mengingat warna dan coraknya bisa dibilang aman. Memang ini kelebihan rokok-rokok asing yang beredar di Indonesia, desain bungkusnya futuristik dan mampu diterima global.

Tapi soal rasa nanti dulu, belum bisa saya katakan rokok ini bisa diterima banyak perokok di Indonesia. Mudahnya begini gambaran rasa rokok ini: agak pedas dengan sensasi buah yang campur aduk, rasa cocoa cukup kuat, dengan throat hit yang lumayan ‘nendang’ di tenggorokan.

Rokok ini juga tak bisa dibilang memiliki harga yang terjangkau. Satu bungkus berisi 12 batang memiliki harga sekitar 15 hingga 16 ribu rupiah di pasaran. Sedangkan yang berisi 16 batang sebesar 22 hingga 23 ribu rupiah. Tertarik untuk membeli rokok ini? Semua kembali pada selera anda masing-masing.

Baca Juga:  Klobot, Warisan Rara Mendut untuk Nusantara
Indi Hikami

TInggal di pinggiran Jakarta