Review Rokok Sampoerna 234, Di Bawah Bayang-Bayang Dji Sam Soe

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Modifikasi produk terkadang memang harus dibutuhkan oleh sebuah perusahaan agar mampu tetap menjaga pelanggannya. Walau, modifikasi itu juga ibarat dua mata koin yang berseberangan; berhasil atau gagal. Kondisi ini juga terjadi pada PT HM Sampoerna yang mengeluarkan Rokok Sampoerna 234 sebagai produk terbarunya.

Secara pribadi saya tak melihat adanya tanda-tanda Rokok Sampoerna 234 ini bakal gemilang di pasaran. Konon, produk yang dikeluarkan pada Maret 2020 ini dihadirkan untuk merebut kembali pasar yang terganggu oleh hadirnya Rokok Gudang Garam Patra.

Yha, begitulah bisnis, modifikasi juga terkadang bukan hanya demi menjaga pelanggan tapi juga bersaing dengan kompetitor lainnya. Peluncuran kedua produk itu saja di daerah yang sama yaitu Jawa Barat, namun Rokok Gudang Garam Patra diluncurkan jauh lebih awal.

Rokok Sampoerna 234 masuk dalam jenis sigaret kretek tangan dengan golongan cukai kedua. Satu bungkus rokok ini berisikan 12 batang dengan harga 12 hingga 13 ribu rupiah di pasaran. Kandungan Tar produk ini sebesar 37 miligram dengan nikotin sebesar 2,1 miligram.

Baca Juga:  Tembakau Hitam Komoditas Andalan Sumedang

Tak ada yang istimewa dari segi tampilan bungkus Rokok Sampoerna 234. Padahal bungkus Rokok Dji Sam Soe saja keren dan memiliki jati diri yang kuat. Terlebih kita tahu bahwa PT HM Sampoerna adalah perusahaan yang besar. Dengan asumsi demikian bahwa rokok ini harusnya bisa memiliki bungkus yang lebih baik.

Satu hal yang positif adalah batang dari masing-masing rokok ini diberi kulit bungkusan yang terkesan mewah. Warna pembungkus ini justru jauh terlihat elegan. Seakan seperti kita lupa bahwa rokok ini harganya hanya 12 ribu rupiah saja, cakep!

Cara yang mudah untuk menggambarkan rasa produk ini adalah mirip dengan Rokok Dji Sam Soe ketimbang Sampoerna Kretek. Ada rasa yang seimbang dan tidak saling mendominasi antara gurih dan manis.

Tarikan rokok ini terasa berat dan mantap dan untungnya tidak meninggalkan efek harsh pada tenggorokan. Durasi hisapan rokok ini juga tergolong lama yaitu sekitar 20 menit dalam kondisi normal.

Sebagai sebuah produk baru barangkali Rokok Sampoerna 234 ini akan dilirik oleh para perokok. Namun, saya ragu apakah akan tetap bertahan dengan produk ini atau justru bisa jadi kemungkinan besar akan kembali pada Rokok Dji Sam Soe atau Sampoerna Kretek. Silahkan anda coba sendiri.

Sumber gambar: instagram @kolektor.rokok
Indi Hikami

TInggal di pinggiran Jakarta