rokok hambat kemajuan budaya

Rokok Filter Tak Berarti Bukan Kretek

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Selama ini ada anggapan jika rokok filter, atau rokok dengan filter bukanlah kretek. Padahal, itu anggapan yang keliru. Sialnya, ini adalah anggapan umum yang beredar di masyarakat. Bahwa rokok tanpa filter macam Djarum 76 adalah kretek, sementara yang pakai bukan.

Padahal, kretek ditentukan dari bahan baku, bukan dari apakah rokoknya berfilter atau tidak. Rokok filter juga disebut kretek apabila terdapat cengkeh sebagai bahan baku dalam kandungan rokok tersebut. Beda dengan rokok putihan yang hanya menggunakan tembakau saja sebagai bahan bakunya. Jadi, pembedanya bukan di ujung puntungannya ya, tetapi pada bahan bakunya.

Hal ini lah yang kemudian membuat rokok putih dan kretek memiliki cita rasa yang berbeda. Jika kebanyakan rokok putih memiliki cita rasa yang cenderung plain atau tawarnya tembakau saja, kretek dengan tambahan cengkeh memiliki cita rasa yang lebih kuat. Biasanya kretek memiliki cita rasa yang lebih spicy atau keras di mulut, tapi lembut di tenggorokan.

Baca Juga:  Review Rokok MLD Black, Coba-Coba Berujung Kesuksesan

Walau kemudian makin banyak kretek yang rendah tar dan nikotin seperti kebanyakan sigaret kretek mild, tetapi tetap saja itu adalah kretek. Perkembangan teknologi kemudian juga membuat kretek dibuat dengan mesin lengkap dengan filter. Jadi rokok filter mild seperti LA Lights atau Djarum Black, tetap saja disebut kretek.

Pun dengan perkara tembakau yang digunakan oleh sigaret kretek mild, meski sudah menggunakan jenis tembakau yang biasa digunakan pada rokok putihan, tapi campuran cengkeh tetap membuatnya memiliki cita rasa yang berbeda. Tembakau seperti White Burley, Virginia, atau semi oriental yang digunakan untuk SKM Mild memang memiliki cita rasa rokok putih.

Karena itulah, anggapan kalau rokok filter bukanlah kretek adalah keliru. Walau secara umum tak ada masalah dengan anggapan itu, tapi bagi para perokok yang punya kesadaran politik, hal ini adalah perkara penting. Mengingat, produsen rokok putih memainkan peranan penting dalam upaya menghancurkan kretek Indonesia.

Jadi, meski pun perkara merokok adalah urusan selera, jika kamu adalah perokok yang punya kesadaran politik, berhentilah mengisap rokok putih. Bahkan, kalau perlu, berhentilah membeli kretek yang sudah dikuasai perusahaan rokok asing.

Baca Juga:  Belajar Dari Pengalaman Masa Kecil Sule dan Rokok
Aditia Purnomo

Bukan apa-apa, bukan siapa-siapa | biasa disapa di @dipantara_adit