Tembakau dan Corona Berpadu Dalam Batik Jember

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tembakau dan corona adalah dua hal yang belakangan sering dipertentangkan. Maksudnya, tembakau sebagai bahan baku rokok kerap dituding sebagai salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko terpapar dan terjangkit COVID.

Kita bisa dengan mudah menemukan berita soal pernyataan-pernyataan otoritas kesehatan yang menjelaskan hal tersebut. Perokok berisiko tinggi terpapar corona. Dan perokok yang sudah positif terjangkit bisa mengalami dampak dua kali lebih fatal dari yang bukan perokok. Begitu kira-kira.

Sampai akhirnya kabar dari Prancis datang. Beberapa peneliti menemukan potensi tembakau dan nikotinya menjadi vaksin virus corona. Dari sana berkembang penelitian lanjutan yang coba mengeksekusi potensi tersebut. Kini, vaksin dari bahan baku tembakau tengah diproduksi dan diuji oleh perusahaan biomedik internasional.

Dengan adanya fakta tersebut, tudingan yang mempertentangkan tembakau dan corona tetap masih relevan. Ya, tembakau (yang dijadikan vaksin) adalah lawan dari virus yang tengah mewabah di dunia.

Selain soal vaksin, hubungan tembakau dan corona kembali ditemukan. Kali ini tak berkaitan dengan isu kesehatan. Batik bermotif virus corona telah dikembangkan oleh Rumah Batik Rolla di Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Baca Juga:  3 Rokok Termahal di Indonesia

Iriane Chairini Megawati, pemilik Rumah Batik Rolla, menyebut bahwa awalnya hanya gambar corona saja yang dipakai sebagai motif batik tulis oleh perajin batik di Rumah Batik Rolla. Kini gambar virus corona dipadukan dengan daun tembakau yang merupakan ikon batik Jember.

Tak dinyana, batik unik tersebut ternyata cukup diminati, terlebih di masa pandemi ini. Bahkan kabarnya batik-batik tersebut telah dikirim ke kota lain seperti Jakarta dan Surabaya untuk memenuhi pesanan konsumen. Dalam konteks ini, tembakau dan corona justru jadi bersahabat. Berpadu dalam corak dan motif untuk kemudian menimbulkan manfaat ekonomis di tengah krisis. Luar biasa.

Batik Jember sendiri sudah cukup dikenal di dunia. Seorang desainer dalam negeri bernama Lia Afif bahkan pernah memperkenalkan batik khas Jember di Paris Fashion Week. Sebanyak 20 koleksi Lia ditampilkan di acara Paris Fashion Week 2018 yang semuannya memakai bahan batik Jember.

Sumber gambar: radarjember.id
Aris Perdana

Manusia yang dikutuk untuk bebas | @arisperd