harga rokok 2021

Prediksi Daftar Harga Rokok 2021

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Lewat Peraturan Menteri Keuangan Nomor 198 Tahun 2020 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau, jelaslah sudah pertanyaan tentang berapa kisaran harga rokok 2021. Dari peraturan itu, besaran kenaikan harga tahun depan pun mulai bisa diprediksi. Mengikuti batasan harga jual eceran per batang, inilah prediksi kami tentang harga rokok 2021.

Jika dilihat dari aturan tersebut, tidak terjadi kenaikan pada batasan harga jual eceran per batang rokok. Kenaikan pun hanya terjadi pada tarif cukai per batang. Namun, hal ini tentu tidak berarti harga jual rokok di pasaran tidak akan naik. Mengingat harga jual eceran biasanya adalah batas atas atau batas bawah dari batasan golongan tarif cukai.

Misalnya pada sigaret kretek mesin golongan 1, berdasar permenkeu, harga jual eceran yang berlaku adalah paling rendah Rp 1.700 per batang. Angka ini sama seperti tahun lalu yang berada di harga tersebut. Namun, rokok LA Lights yang memiliki 16 batang per bungkus saat ini ada di kisaran harga Rp 23 ribu. Masih ada di bawah harga eceran yang harusnya Rp 27.200.

Baca Juga:  YLKI Tidak Salah, Benyamin Biang Kerok Memang Film yang Tidak Layak Tonton

Hal ini terjadi akibat subsidi yang diberikan pabrikan terhadap konsumen. Mengingat, jika menjual di harga batas tersebut, maka konsumen tidak akan mampu membeli dan penjualan akan semakin anjlok. Dengan harga subsidi tersebut saja, penjualan rokok tahun ini anjlok di kisaran 20%. Dan subsidi ini juga diberikan pada rokok lain seperti Sampoerna Mild yang kini harga pasarannya ada di angka Rp 24 ribu.

Karena itu, jika mengacu pada kondisi di atas, kemungkinan tahun depan akan ada kenaikan harga rokok di pasaran. Meski memang tidak akan sebesar yang terbayang dari kenaikan tarif cukainya. Untuk SKM golongan 1 dengan isi 16 batang per bungkus, kemungkinan harga jual di pasaran akan ada di kisaran batas harga jual eceran, yakni Rp 27 ribu.

Hal yang sama juga berlaku untuk SKM golongan 2. Untuk kenaikan harga rokok 2021 tidak akan jauh-jauh dari batas harga jual eceran per batang. Misalnya rokok Aroma Bold yang kini ada kisaran RP 13 ribu, untuk tahun depan akan dijual di kisaran Rp 15 ribu untuk bungkus isi 12 batang. Atau misal harga rokok Chief yang kini ada di kisaran Rp 12 ribu, pun akan naik di kisaran Rp 15 ribu.

Baca Juga:  Review Rokok Forte Extra Breeze, Terpesona aku Terpesona!

Untuk rokok putih pun akan ada kenaikan, tapi pasti harga jual pasarannya akan dikontrol oleh pabrikan agar tetap terserap. Paling hanya Malboro saja yang harga jualnya bisa naik cukup tinggi dari HJE-nya karena kekuatan brand dan konsumen yang loyal. Meski begitu, rokok seperti Esse atau Camel akan ada di kisaran yang sama dengan harga jual Eceran yakni Rp 35 ribu.

Bagi konsumen SKT, walau tak ada kenaikan tarif cukai, pabrikan tentu bisa saja tetap menaikkan harga jual rokok bergantung pada kebutuhan. Ya walau nanti terjadi kenaikan, tetap tidak akan tinggi-tinggi amat. Hal ini penting untuk menjaga agar produk tetap bisa terbeli oleh konsumen. Bahkan ini berlaku untuk semua jenis golongan rokok.

Ya, begitulah kira-kira prediksi harga rokok 2021 dari Komunitas Kretek. kalau memang tetap dirasa mahal, gampang, tinggal beralih ke rokok yang lebih murah atau memilih jalan tingwe. Kalau masih mentok, ya kurangi konsumsi. Kalau masih susah, makanya tahun depan kalau ada wacana begini perlu kita lawan.

Baca Juga:  Playfest 2019, Toleransi, dan Pentingnya Ketersediaan Ruang Merokok

 

Komunitas Kretek

Komunitas Asyik yang Merayakan Kretek Sebagai Budaya Nusantara