Review Rokok Sriwedari, Kopi Disruput, Sri Dihirup!

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Sulit untuk membayangkan jika dewa dan dewi menjadi sebuah nama dari merek rokok. Apakah rasanya akan senikmat taman surgawi di langit, ataukah produknya akan melegenda sebagaimana namanya? Salah satunya adalah rokok Sriwedari dari PT Gudang Garam Kediri.

Saya sangat tertarik untuk mengulas rokok ini mengingat namanya yang tak biasa dan bungkusnya yang klasik. Dari nama rokok ini, saya terbawa jauh mengingat dan menikmati lagu dari Maliq & D’essentials yang berjudul Setapak Sriwedari.

Mungkin banyak juga yang akan underestimate jika melihat dari bungkus Rokok Sriwedari. Terkesan jadul, ga modern, dan tak futuristik. Tapi jangan salah, rasa yang dihasilkan dari rokok ini justru luar biasa.

Rasa rokok ini masuk dalam mazhab Jawa Timuran yang terkesan gurih tanpa aroma wangi yang menyegrak. Banyak yang menyebut rasa rokok ini mirip dengan rokok Minak Djinggo atau Gudang Garam Merah namun dengan tarikan yang lebih smooth alias halus.

Akan tetapi rasa dari rokok Sriwedari ini tak begitu menyeruak seperti kretek-kretek lainnya. Mungkin itu yang membuat tarikannya lebih halus dan tak meninggalkan efek rasa tidak nyaman pada tenggorokan.

Baca Juga:  4 Diskriminasi yang Kerap Dialami Perokok

Keunikan selanjutnya dari rokok ini ialah diameter batangnya yang tak begitu besar ketimbang kretek lainnya. Padahal di bungkus rokok ini tertera informasi bahwa kretek ini masuk dalam kategori king size.

Rokok Sriwedari ini memiliki kandungan tar sebesar 38 miligram dengan nikotin sebesar 2,7 miligram. Dari kandungan tersebut seharusnya rokok ini masuk dalam golongan full flavour.

Jika ada yang mempertanyakan masalah bungkus, justru Sriwedari punya bungkus yang bagus dan menarik. Rokok ini bahkan layak untuk dikoleksi dan bisa saja 20 tahun lagi akan jadi barang mahal yang diburu oleh para kolektor.

Mumpung belum mahal, boleh kiranya anda mencoba untuk membeli rokok ini. Satu bungkusnya berisi 12 batang seharga hanya 10 ribu hingga 11 ribu rupiah. Mungkin agak sulit jika membeli secara offline mengingat distribusinya yang terbatas. Tapi di marketplace banyak tersedia.

Sebaiknya seduh kopi sebelum menikmati rokok ini, ssuai dengan mottonya: Kopi Disruput, Sri Dihirup! 

Indi Hikami

TInggal di pinggiran Jakarta