cukai rokok naik
Ragam

Perlukah Lem Rokok untuk Tingwe?

Bertingwe ria alias melinting rokok sendiri bagi sebagian perokok dianggap merepotkan. Ada beberapa printilan yang perlu dipersiapkan, meski tak wajib sifatnya. Iya kertas rokoknya, tembakau dan cengkehnya, alat lintingnya, termasuk lem rokok untuk tingwe.

Pada tulisan kali ini secara khusus saya akan menyoroti perekat untuk tingwe. Perekat untuk menempelkan kertas untuk menjadi sebatang rokok bagi pabrikan adalah hal penting. Iya, ada alasan filosofis ada alasan fungsional juga.

Sependek pengamatan saya bertandang ke pabrikan SKT, perekat untuk menempelkan kertas rokok adalah properti wajib. Meski, ada beberapa pabrikan yang menggunakan  kertas rokok yang sudah dilengkapi gumming (lem) gitu. Biasanya sudah berstandar food grade, papir Royo misalnya.

Nah, untuk itu ada dua hal yang perlu diketahui secara umum. Pertama penggunaan lem untuk tingwe, sejatinya tidaklah wajib. Untuk aktivitas melinting rokok secara mandiri tanpa menggunakan alat linting, bisa direkat menggunakan enzim dari lidah. Cukup dengan dijilat.

Kedua, melinting rokok menggunakan alat linting, sudah dipastikan perlu menggunakan lem. Untuk menunjang kesempurnaan bentuk juga. Meski dengan cara dijilat pun bisa, tapi jadi lucu sih. Soalnya, menjilat tepi kertas rokoknya harus dengan mengangkat alat lintingnya. Lucu menurut saya saja, belum tentu bagi yang lain.

Baca Juga:  Dear Andi Arief, Rokok itu Menenangkan, Narkoba Tidak!

Bagi tingwe lovers, penggunaan lem untuk melinting rokok ini jelas bukan suatu keharusan. Biasanya kondisional saja. Tetapi ada juga yang memang lebih menggemari kertas rokok  yang sudah ada gumming-nya, lantaran berstandar food grade.

Untuk jenis lem lainnya, saya sendiri tidak bisa memastikan apakah itu berstandar food grade atau tidak. Biasanya, kertas-kertas rokok yang sudah ada gumming-nya dijamin food grade. Untuk kertas rokok yang tidak dilengkapi gumming, biasanya polosan saja, iya cukup dengan dijilat pun sudah rekat.

Jadi, perkara perlu atau tidaknya menggunakan lem untuk tingwe, itu sifatnya kondisional saja. Jika memang merasa perlu ya silakan, tidak pun tak soal. Meski, masing-masing pilihan akan ada konsekuensinya. Terutama menyangkut perubahan pada citarasa bakarannya.

Di era mutakhir ini, sudah tersedia beragam pilihan lem. Produk lem yang beragam itu dibuat seturut peruntukkannya. Bagi Anda yang menginginkan penggunaan lem sebagai penunjang aktivitas melinting, saran saya gunakanlah lem yang memang sesuai peruntukkannya. Jika tidak, belilah kertas yang dilengkapi gumming berstandar food grade. Free choice sih, kembali ke kebutuhan masing-masing.

Baca Juga:  Secuil Hikayat Rokok di Batavia: Dari Klobot ke Djinggo
Penulis di Komunitas Kretek

You might also like