rokok menara
Ragam

Review Rokok Menara Katulistiwa, Perpaduan Dua Rokok Reguler Ternama

Rokok  golongan SKM yang satu ini terbilang sulit kita temukan di pasaran. Apalagi buat perokok yang tinggal di Jabotabek. Tentulah satu keberuntungan bagi perokok yang bisa mendapatkan rokok Menara Katulistiwa di ritel-ritel Jabodetabek.

Pasalnya, produk besutan PT Menara Kartika Buana yang beralamat di Solo ini secara distribusi memang tak seperti SKM full plavour di atasnya. Tapi jangan salah kira, walaupun belum merata distribusinya, rokok Menara ini tergolong banyak variannya.

Salah satu diantaranya ada yang kategori eksport, dikenal dengan brand Menara Dunia 16 Export. Selain itu, produk ini juga memiliki varian Bold dan Mild-nya. Nah, untuk review kali ini saya akan ulas secuil varian Menara Katulistiwa.

Perlu diketahui, Rokok Menara Katulistiwa ini terdapat dua kategori, seperti halnya rokok Gudang Garam Surya. Ada yang berisi 12 batang dan 16 batang. Tampilan bungkusnya didominasi warna merah. Bagian filternya pun tak jauh berbeda dengan rokok Surya.

Tarikannya terbilang pulen, hanya saja meninggalkan rasa pahit di lidah. Secara aroma terbilang sopan dan aman di tenggorokan, artinya tidak menghentak tenggorokan. Dengan mengusung tagline; Sukses adalah Tujuan, agaknya produk ini lebih menyasar segmen kelas pekerja.

Baca Juga:  Fenomena Beli Rokok Online di Tahun 2020

Tercantum keterangan kadar nikotinnya 1,7 Mg, dengan kadar tar 35 Mg. Rokok ini secara komposisi rasanyanya berada di level medium. Sebelum dibakar, kita akan mendapati wangi yang terkesan manis fruity gitu, menyerupai Djarum Super pada tarikan pertama gurihnya sekilas seperti Gudang Garam.

Boleh jadi brand Menara Katulistiwa ini memang dihadirkan untuk menjawab selera perokok golongan plural. Secara komposisi, rokok ini seperti memadukan sensasi rasa dua jenis rokok regular. Antara Gudang Garam dan Djarum Super.

Namun, secara sekilas, sensasi rasa dari rokok ini juga menyerupai brand Djeruk yang filter. Bagi saya, inilah komposisi yang khas dari umumnya rokok local. Sensasi rempahnya juga cukup kuat, agaknya rasa hangat dari brand Menara ini bukan didominasi dari cengkeh.

Haiya, perlu diketahui juga, pada berbagai produk rokok Indonesia yang notabene berbasis kretek. Kita pasti akan menemukan unsur-unsur rempah seperti kapulaga, adas, cengkeh, dan beberapa varian rempah lainnya. Jadi, tak perlu heran jika sebagian besar rokok Indonesia begitu khas citarasanya.

Baca Juga:  Rokok Daging, Anasir Seksis dan Patriarkis dari Perokok

 

 

 

Penulis di Komunitas Kretek