Harga Rokok Naik, Tenang dan Ikuti Tips Ini

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Naiknya harga rokok seturut tarif cukai 2021 yang mulai berlaku Februari ini, tentu akan menimbulkan berbagai reaksi dari perokok. Kenaikan ini bukan saja bikin perokok bereaksi, para pedagang rokok eceran juga mulai berhitung lebih untuk belanja rokok.

Banyak perokok yang hijrah dari sekian banyak brand besar yang populer di pasaran ketika harga rokok naik tahun ini. Para pedagang juga turut ambil ancang-ancang, mereka akan menyediakan rokok golongan murah, baik itu rokok golongan SKT maupun SPM-nya.

Tidak jarang juga pedagang yang menjual rokok lokalan yang harganya di kisaran Rp 10.000 hingga Rp 15.000. Perokok di perkotaan juga tak perlu kaget jika akan ada rokok-rokok yang tidak terlalu populer, kini mulai bermunculan di etalase yang menjual rokok.

Nah, pada kondisi harga rokok naik seperti saat ini, para perokok pun mau tak mau mesti menyiapkan beberapa cara menghadapinya. Urusan sebats ini kan, walaupun produk komplementer, tetap bagian dari kebutuhan sehari-hari untuk perokok tetap produktif.

Baca Juga:  Mengenal Udud dan Istilah Rokok Lainnya

Kali ini saya tawarkan beberapa tips yang bisa jadi pertimbangan perokok dalam menghadapi harga rokok saat ini. Iya, tips ini tentu bukan anjuran mutlak yang dapat membuat harga jadi turun, lebih kepada siasat untuk tetap bisa sebats dengan gembira.

Pertama, jika kamu biasa dengan rokok dengan mazhab Kudusan, sementara rokok kelas SKM biasanya lagi tidak pas dengan cuaca kantong, pilih saja rokok golongan SKT produksi daerah yang sama; Kudus. Secara citarasa tentu ada satu kesamaan, namanya juga satu mazhab.

Tips yang kedua pasti sudah banyak dilakukan sejak lalu oleh perokok yang umumnya adaptif dan kreatif. Untuk tetap bisa menikmati rokok kesayangan, belilah secara ketengan. Jika biasanya membeli satu bungkus, kali ini cukup dengan setengah bungkus.

Mulai mengubah perilaku konsumsi ke arah yang lebih hemat, semisal, tidak merokok sambil bekerja, merokoklah setelah semua pekerjaan beres. Jika biasanya sambil menunggu hidangan makan siang dijeda dengan merokok, kali ini cukup merokok sesudah makan siang saja. Setidaknya, dengan cara ini kita bisa berhemat.

Baca Juga:  Tembakau Mole Merah dan Putih Khas Tanah Pasundan

Lanjut. Tips yang ketiga ini hanya bisa dilakukan dengan teman yang punya selera rokok yang sama. Yakni dengan membeli sebungkus rokok secara patungan. Jika harga sebungkusnya Rp 20.000, iya masing-masing sepuluh ribu.

Jika ketiga tips ini dirasa juga masih belum bisa dilakukan, mengingat kondisi pandemi begitu memukul sektor penghasilan kita, satu-satunya pilihan, iya beralih ke tingwe. Beli papir, beli tembakau iris. Linting sendiri. Beres.

Komunitas Kretek

Komunitas Asyik yang Merayakan Kretek Sebagai Budaya Nusantara