rokok hambat kemajuan budaya
Ragam

Mengenal Ukuran Batang Rokok

Batang rokok memiliki beberapa ukuran yang beredar di pasaran dalam negeri. Sebagaimana yang kita tahu, Indonesia memiliki keragaman produk kretek dengan berbagai jenis serta golongannya. Rata-rata produk kretek ini, baik yang SKT maupun SKM memiliki cirinya masing-masing.

Selain pada aspek komposisi bahan bakunya, sehingga memiliki citarasa yang khas, pula tampilan kemasannya yang unik dan beragam, tak ketinggalan juga ukuran batang rokok. Perkara ini memiliki daya tarik tersendiri bagi konsumen di Indonesia.

Istilah ‘size doesn’t matter’ mungkin ada benarnya. Tak semua perokok berorientasi pada panjang atau besaran per batang. Rokok berfilter (SKM) kategori silindris, secara umum disebut sebagai rokok reguler. Panjang per batangnya 90 milimeter, seperti Djarum Super, misalnya.

Dulu, di era 90-an, PT Djarum sendiri pernah mengeluarkan rokok yang lebih panjang dari ukuran Djarum Super. Mereknya Filtra, dengan tampilan kode 100s pada bungkusnya yang gold. Rokok merek ini cukup sukses di pasaran pada masanya, tentu bukan semata soal ukuran, tetapi juga soal citarasa dan prestis tertentu bagi kalangan penikmatnya.

Baca Juga:  Belajar Taat Asas Terkait KTR pada Destinasi Wisata Malioboro

Rokok GG Surya 16 punya ukuran panjang yang kurang lebih sama dengan panjang rokok Filtra. Diameter batang juga kadang menjadi perhatian sebagian penikmat. Di luar ukuran yang reguler, ada juga ukuran Mild, Slim, dan Light.

Tampilannya terbilang stylish lah ya, body-nya ramping. Panjang rata-rata 80 hingga 90 milimeter, berdiameter 7 hingga 7,5 milimeter. Untuk ukuran rokok putihan umumnya berdiameter kurang lebh 10 milimeter, panjang di kisaran 80 hingga 90 milimeter.

Nah, kalau yang kretek berbentuk konus memiliki panjang rata-rata 80 hingga 90 milimeter. Bagi perokok yang mengutamakan bentuk dan ukuran yang cukup memakan durasi bakar sampai di atas 10 menit, pastilah akan memilih kretek non filter gini.

Seiring perkembangan, muncul pula ukuran-ukuran dan bentuk yang tak kalah stylish dari jenis Mild atau Light. Dipelopori dengan kemunculan rokok Forte, meski ukuran mini semacam produk Forte ini juga bukan ukuran yang baru di pasaran global.

Selain itu, muncul juga ukuran batang rokok yang ramping, bahkan lebih ramping dari yang pernah ada di Indonesia. Yakni rokok Esse. Jenis ukuran ini cukup diminati oleh kalangan menengah dan beberapa perokok yang mengedapankan style selain pula citarasa.

Baca Juga:  Menilik Monumen Pengrajang Tembakau di Klaten
Penulis di Komunitas Kretek