Puntung rokok

Potensi Energi Dari Puntung Rokok

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Harus diakui, puntung rokok merupakan salah satu jenis sampah yang sangat mengganggu selain sampah plastik. Kebiasaan membuang puntung secara sembarangan oleh sebagian perokok kini menjadi problem lingkungan hidup. Oleh karena itu antirokok masif menjadikannya sebagai isu andalan kampanye negatif soal rokok.

Fakta bahwa masih ada banyak perokok bandel yang tak taat asas memang tak bisa dipungkiri. Mereka merokok semaunya di sembarang tempat, membuang sampah rokok–juga sampah lain–secara sembarangan. Bukan hanya oleh para pembenci rokok, kebiasaan tersebut pun juga ditentang oleh banyak perokok.

Dengan masih adanya perokok yang bandel, bukan berarti semua perokok tak peduli lingkungan. Kami bahkan sudah cukup lama mengampanyekan gerakan perokok santun. Kampanye ini adalah wujud upaya para perokok untuk peduli pada lingkungan. Salah satu poinnya adalah membawa asbak portabel agar tidak menambah limbah di jalanan. Sampai hari ini kami masih mengutuk tabiat para perokok bandel tersebut.

Di samping segala isu yang berkaitan dengan kerusakan lingkungan, ternyata puntung rokok juga menyimpan potensi energi yang justru bermanfaat. Kita bisa menemukan banyak artikel di internet tentang orang-orang yang memanfaatkan limbah rokok jadi karya seni dan menghasilkan uang.

Baca Juga:  Rokok Aspro International, Kembarannya Gudang Garam Surya

Di Amerika Serikat ada satu perusahaan yang mendaur ulang limbah rokok jadi plastik. Plastik tersebut kemudian dikaryakan menjadi beragam benda seperti asbak, rak, dan lainnya. Hal tersebut telah berlangsung sejak tahun 2000-an.

Di Australia, pernah ada rilis penelitian yang menemukan potensi energi masa depan dari limbah rokok. Hasil penelitian dr. Abbas Mohajerani dari Universitas RMIT menyatakan bahwa filter puntung rokok dapat dikonversi jadi bahan pembuatan batu bata.

Mirza Fredyaniza, seorang mahasiswa Indonesia, menggerakkan kampanye #SumbangkanPuntungmu. Ia bekerja sama dengan beberapa kedai dan pusat kegiatan masyarakat untuk mengumpulkan puntung rokok. Ia sendiri telah bekerja sama dengan PT Guna Olah Limbah di Bandung yang tengah membutuhkan 10.000 puntung rokok untuk diolah menjadi minyak.

Fakta-fakta di atas bukanlah upaya pembenaran agar para perokok bisa sembarang membuang puntungnya. Justru dengan berbagai fakta tersebut harusnya kita lebih serius dalam persoalan etiket. Selain belajar menghargai sesama, kita juga bisa berkontribusi bagi lingkungan, mulai dari hal terkecil dengan menjadi perokok santun.

Baca Juga:  Cerita Sebatang Cerutu
Aris Perdana

Manusia yang dikutuk untuk bebas | @arisperd