Rokok Chief VS Crystal Red, Mana Lebih Worth It?

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Dilema adalah sebuah situasi di mana seseorang kesulitan untuk menentukan satu dari dua pilihan yang ada. Rokok Chief dan Crystal Red adalah dua produk yang bisa jadi membuat situasi dilema itu muncul dalam kehidupan para perokok. Sama-sama murah, sama-sama enak, namun manakah yang lebih worth it?

Rokok dengan harga terjangkau memang tengah naik daun sejak tahun lalu. Ditandai dengan tarif cukai rokok yang membumbung tinggi, kehadiran rokok-rokok murah ini jadi solusi yang tepat bagi kantong sebagian besar perokok.

Banyak sekali rokok murah yang sudah kita ulas, meski yang belum diulas pun masih banyak tersisa. Namun kalau boleh jujur soal rasa dan tarikannya yang nikmat hanya menyisakan sedikit produk saja, dan dua produk di antaranya adalah rokok Chief dan Crystal Red.

Rokok Chief berasal dari Demak, punya bungkus menarik dengan harga sebesar 12 ribu hingga 13 ribu rupiah. Rokok ini masuk dalam segmen full flavor dengan ukuran medium. Rasanya? Cukup manis dengan sensasi fruity dan spicy yang cukup seimbang.

Baca Juga:  Review Rokok Aroma Bold, Jalan Tengah Penikmat SKM Medium

Sedangkan rokok Crystal Red berasal dari Kudus dengan bungkus warna merah yang ngejreng. Punya harga sebesar 16 ribu hingga 17 ribu rupiah. Rokok ini juga masuk dalam segmen full flavor dengan ukuran medium. Tarikannya lebih enteng meski memiliki rasa pedas yang sedikit lebih kentara.

Baik rokok Chief atau pun Crystal Red sama-sama tak beredar di seluruh penjuru Indonesia. Kalau kalian di Yogyakarta, pasti masih bisa dengan mudah menemukan dua produk ini. Ya, dengan harga yang beragam tapi tak jauh dari yang saya sebutkan di atas.

Pertanyaannya, manakah yang lebih worth it? Ini pertanyaan yang cukup sulit untuk dijawab. Pasalnya, terkadang pilihan rokok tak cuman bicara selera rasa namun juga mana yang lebih cocok bagi kantong dan kebutuhan.

Untuk sementara saya bisa menyebutkan bahwa rokok Crystal Red yang paling mungkin untuk saya pilih. Alasannya? Satu bungkus seharga 16 ribu hingga 17 ribu itu memiliki isi sebanyak 16 batang di dalamnya. Sedangkan rokok Chief hanya 12 batang dengan harga 12 ribu hingga 13 ribu rupiah.

Baca Juga:  Sebuah Kearifan Lokal Dari Rokok Jontal Khas Sumbawa

Jumlah batang rokok dalam satu bungkus menjadi faktor yang biasa dipakai sebagai indikator untuk menjatuhkan pilihan pada produk tertentu. Maklum masyarakat kita adalah masyarakat yang ekonomis. Kuantitas terkadang jadi pilihan ketimbang kualitas. Bukan begitu? Berikan pendapatmu!

Indi Hikami

TInggal di pinggiran Jakarta