rokok djarum super

Harga Rokok Djarum Super Naik, Berapa Harga Ecerannya?

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Semua harga rokok mengalami kenaikan seturut kenaikan cukai, tak terkecuali harga rokok Djarum Super. Jika tahun lalu harganya di kisaran Rp 18.000 – Rp 20.000, pasca Februari kemarin, naik menjadi Rp 20.000 – Rp 22.000. Ini harga per bungkusnya.

Sebagaimana kita ketahui, banyak warung rokok yang juga menjual rokok-rokok reguler secara eceran, alias dijual per batang. Ini salah satu yang unik dari bisnis rokok, ketika konsumen tak mampu membeli rokok secara bungkusan, ada beberapa merek yang dijual secara eceran.

Semua produk rokok, pada prinsipnya, bisa diecer. Namun, ada beberapa warung yang tidak menjualnya secara eceran. Biasanya atas pertimbangan siklus penjualan di daerah usahanya. Jika memang rokok tersebut laris, maka itu akan diecer.

Jika tidak terlalu laris, ada kecenderungan rokok itu dijual per bungkus. Bukan apa-apa, misalnya tidak laris atau siklus penjualannya tidak lancar, pedagang merasa rugi sudah membuka bungkus rokok. Untuk itu, sebagian besar pedagang memiliki perhitungan laris tidaknya suatu produk.

Baca Juga:  Cinderamata Bebas Tafsir

Meski harga rokok Djarum Super naik, namun sejatinya di tingkat eceran harganya tidak mengalami kenaikan. Berdasar pengalaman terakhir, jika membeli dengan uang Rp 5.000, saya mendapat tiga batang rokok Djarum Super. Berbeda jika sekadar membelinya satu batang, harganya Rp 2.000.

Di beberapa warung rokok lainnya juga dirasakan tak ada perbedaan yang terlalu mencolok. Setengah bungkus Djarum Super harganya dipatok Rp 10.000. Berarti hitungan harga sebungkus, harganya masih di kisaran Rp 20.000.

Pula merek rokok sejenis, Gudang Garam Filter misalnya, harga ecerannya sama dengan harga rokok Djarum Super. Sebatang Rp 2.000, tiga batang Rp 5.000. Di tengah naiknya harga-harga rokok, tidak sedikit pabrikan rokok melakukan siasat dengan mengeluarkan produk yang harganya lebih murah.

Sebagaimana kita tahu, beberapa pabrikan rokok asing tak mau kalah memainkan manuvernya untuk merebut pangsa pasar kretek. Contoh paling dekat adalah rokok Marlboro Crafted yang masuk ke dalam golongan SPT (Sigaret Putih Tangan), bukan kretek loh ya, karena tidak mengandung unsur cengkeh di dalamnya.

Baca Juga:  Ekspresi Perokok Terkait Pengunaan DBHCHT Untuk Menalangi Defisit BPJS Kesehatan

Kembali ke produk Djarum Super, sejak lama pola penjualannya di tingkat warungan tidak berubah. Masyarakat bawah yang berkantong pas-pasan juga bisa menikmati rokok Djarum Super secara eceran. Harga ecerannya juga masih worth it kok. Itulah mungkin salah satu faktor yang membuat rokok ini memiliki konsumen loyal.

Jibal Windiaz

anak kampung sebelah