Rokok Gudang Prambanan

Review Rokok Gudang Prambanan, Kuda Hitam dari Luar Jawa

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Sumatera bisa dikatakan menjadi salah satu tempat di luar Jawa yang memiliki cukup banyak industri hasil tembakau (IHT). Salah satunya adalah PT Siantar Indonesia yang menghasilkan rokok Gudang Prambanan. Dari nama dan tempat produksinya saja sudah cukup menarik perhatian, bukan?

Saat membeli rokok Gudang Prambanan saya nyaris tak menyangka rokok ini buatan pabrik di Sumatera. Mengingat biasanya rokok-rokok asal daerah tersebut lebih sering mengeluarkan produk rokok putihan; Union dan Marcopolo contohnya. Apalagi seharusnya nama Gudang Prambanan kan identik dengan Jawa, kok bisa-bisanya dibuat di Sumatera.

Tapi boleh dibilang rokok Gudang Prambanan bisa menjadi kuda hitam untuk penantang rokok-rokok murah yang banyak dibikin di Pulau Jawa. Soal rasa dan fisik, produk ini sangat menarik dan bisa dikatakan hampir premium.

Bungkusnya cantik dan bisa melepaskan diri dari rokok-rokok dengan embel-embel kata “gudang”. Anda tahu sendiri lah rokok Gudang Baru seperti apa dan bungkusnya bagaimana.  Malahan rokok ini memiliki warna yang lebih mirip dengan Djarum Super namun dengan font ala-ala Gudang Garam. Sebuah akulturasi yang menohok.

Baca Juga:  Review Rokok Djarum Super Next, Mengejutkan!

Djarum Super dan Gudang Garam selama ini memiliki persaingan yang panjang dan ketat. Namun kemasan Gudang Prambanan bisa mendamaikan keduanya. Hebat, bukan?

Soal rasa, rokok ini punya kemiripan dengan Djarum Super. Manis dan gurihnya berasa serta aromanya mirip dengan rokok asal Kudus tersebut. Akan tetapi asapnya tak terlalu tebal dan warming-nya nyaris tak muncul padahal biasanya rokok-rokok murah punya kelemahan soal itu. Ya, suka bikin nyegrak lah.

Rasa Djarum Super di rokok ini bisa dibilang dapat dimoderasi dengan baik. Walau mirip tapi tidak terlalu tebal dan mirip seutuhnya. Coba anda sekali bandingkan dengan Tuton SPR yang rasanya lebih mirip dengan Djarum Super.

Secara fisik batang Gudang Prambanan ini terbilang kokoh. Filternya ga gampang kempong saat dihisap ga seperti rokok-rokok murah lainnya.

Saya memaklumi mengapa Gudang Prambanan dan Tuton SPR (mungkin) terlihat ingin meniru Djarum Super. Soalnya produksi terbaik dari PT Djarum tersebut adalah salah satu rokok dengan basis penggemar yang cukup besar di kalangan para perokok. Maklum sih.

Baca Juga:  3 Negara Dengan Fatwa Haram Rokok, Tapi Tetap Memperdagangkannya

Ada dua varian yang bisa kalian dapatkan di pasaran. Pertama yang berisi 12 batang bisa dibeli dengan harga 11 ribu rupiah dan untuk 16 batang hanya 14 ribu rupiah. Layak anda beli mengingat keunikannya dan rasanya yang tak bisa dianggap remeh.

Indi Hikami

TInggal di pinggiran Jakarta