Ragam

Rokok Bold, Jenis Rokok Baru di Pasar Indonesia

Indonesia memiliki beragam jenis rokok yang terus berkembang mengikuti dinamika pasarnya. Mulai dari babak industri rokok pertama kali yang dipelopori Nitisemito, rokok-rokok di Indonesia tak lepas dari konten kreteknya.

Konten kretek ini tak lain dan tak bukan berbahan baku tembakau dan cengkeh. Sementara unsur penyedap (flavour), setiap pabrikan memiliki resep yang khas dan cukup diminati konsumennya.

Ada yang menyukai kretek reguler berfilter, kretek mild, klobot ataupula kretek non filter. Kesemua jenis rokok itu memiliki segmen penikmatnya masing-masing. Seiring perkembangan, memasuki tahun 2000-an, muncul paradigma rokok LTLN (Low Tar Low Niicotine) yang kemudian menghadirkan genre kretek ‘mild’.

Konten mild ini tetap menggunakan cengkeh sebagai penegas citarasa khas rokok di Indonesia. Hanya saja, komponen tembakaunya tidak didominasi oleh tembakau berkadar nikotin tinggi. Umumnya dari jenis tembakau Virginia FC.

Tembakau bernikotin rendah ini cukup diminati di pasaran, mild sebagai produk golongan SKM berbentuk silindris nan ramping. Berbeda dari bentuk kretek reguler berfilter, mild berhasil merebut pangsa perokok yang bergeser dari rokok bernikotin tinggi.

Baca Juga:  3 Hal yang Wajib Dibawa Perokok

Pasar rokok di Indonesia sebangun dengan perkembangan budaya kuliner masyarakat yang juga demikian dinamis. Meski rokok terbilang produk komplementer, rokok menjadi kebutuhan yang setara dengan panganan. Penikmat rokok reguler yang terbiasa dengan jenis-jenis full flavour, pula mengalami perubahan selera merokok.

Sebagian besar juga ingin menikmati rokok dengan kadar tar dan nikotin rendah, tetapi juga tak mau kehilangan kenikmatan citarasa produk ber-plavour yang khas. Maka, di tengah suksesnya produk kretek mild menguasai pasar. Muncullah jenis rokok dengan kategori bold.

Bold hadir sebagai kategori baru di tengah bermacam pilihan rokok yang ada di pasaran. Perusahaan ternama seperti PT Djarum, mempelopori kemunculan kategori bold ini melalui LA Bold-nya.

Kategori bold jelas berbeda dari kategori mild dan rokok reguler. Bahkan bisa dikatakan, rokok bold merupakan sintesa dari keduanya. Kini rokok bold menjadi satu pilihan baru yang demikian diminati sebagian perokok.

Setelah dipelopori oleh PT Djarum, beberapa perusahaan rokok lainnya pun menyusul suksesi rokok bold di pasaran. Di antaranya dengan munculnya rokok Aroma Bold. Kemunculan kategori baru ini semakin menambah dinamis kompetisi pasar rokok di Indonesia.

Baca Juga:  Review Rokok LA Menthol, Lebih Superior dari Kompetitor

Rokok bold secara industri termasuk golongan SKM. Bentuknya niscaya silindris, berbeda dengan SKT yang bentuknya konus. Nah,penggunaan filter pada kategori bold ini diameter filternya menyerupai rokok reguler. Berlainan dari mild yang diameter filternya lebih kecil.

Namun, pembeda yang tegas dari rokok mild dan rokok bold ini tentu bukan pada ukuran filternya. Melainkan pada citarasanya. Pada komposisi yang lebih tebal kandungan flavour-nya, meski tetap berkadar nikotin rendah layaknya jenis mild.

Dari paparan singkat ini, sedikitnya kita bisa mendapatkan kesimpulan. Bahwa rokok bold, merupakan kategori baru di pasar rokok Indonesia yang sudah mendapatkan segmennya. Hadir sebagai produk industri yang turut menjadi tumpuan devisa negara.

Penulis di Komunitas Kretek