Surya Pro Mild vs U Mild, Pertarungan Dua Produk Turunan

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tak ada yang ingin dinomorduakan, dijadikan pilihan cadangan lalu tak diperhatikan saat kesejahteraan datang. Apalagi bertarung dan berusaha agar menjadi sebuah pilihan. Layaknya pertarungan Surya Pro Mild dan U Mild yang dua-duanya sama-sama produk turunan.

Prinsip produk turunan tak sesederhana pepatah lama, “dari mata turun ke hati”. Tidak, Ferguso! Berawal dari produk yang sudah mapan secara nama, lalu diturunkan, di-downgrade untuk tetap bisa bersaing di tengah ketatnya pasar.

Beban yang diemban cukup sulit, bukan? Surya Pro Mild, misalnya, ada di bawah bayang-bayang nama besar Surya. Sedangkan U Mild, banyak yang tak tahu kalau produk ini merupakan turunan dari produk Sampoerna Mild yang juga punya nama besar.

Tapi kalau boleh jujur, menurut saya, Surya Pro Mild sedikit lebih unggul ketimbang U Mild. Tetap memasang nama Surya di rokok tersebut adalah pilihan cerdas. Sama seperti saat Djarum tetap melabeli ‘Djarum Super‘ pada produk Djarum Super Mld mereka.

Baca Juga:  Rokok Bold, Jenis Rokok Baru di Pasar Indonesia

Nama itu menjadi pengingat, dapat menjadi pelet bagi mereka yang sedang kehilangan tujuan. Supaya apa? Agar mereka yang menyukai produk atasannya tetap bisa membeli produk turunannya. Pecinta Surya masih bisa beli Pro Mild, penikmat Sampoerna Mild belum tentu membeli U Mild.

Soal rasa urusannya adalah eksperimental. Saya yakin, faktor nama (apalagi yang ditempeli nama produk besar) memiliki keunggulan penjualan. U Mild boleh saja lebih halus tapi tak sehalus saudara tuanya. Jujur, dari rasa saya masih memilih rokok ini.

Tapi ketika rokok ini memiliki keunggulan rasa, senjata suriken ninjanya malah bisa berbalik menyerang Sampoerna Mild. Bisa-bisa turunannya jadi lebih laku karena murah dan enak. Tapi nampaknya itu sulit terwujud. U Mild memang enak tapi masih jauh lebih enak Sampoerna Mild.

Bagaimana dengan Surya Pro Mild? Menghisap rokok ini terlalu sering membuat tenggorokan saya panas. Mungkin saya tak cocok dengan rokok ini, gatau deh kalian bagaimana. Throat hit dan harshness-nya sangat berasa. Memang lembut sih kaya rokok mild, tapi suka banget ngerepotin.

Baca Juga:  Cerita dari Gerobak Tembakau Bayu

Semua pada akhirnya kembali ke selera masing-masing. Pilih yang mana dari dua produk turunan beda perlakuan ini?

Indi Hikami

TInggal di pinggiran Jakarta