3 Merek Rokok Mild Baru yang Perlu Anda Coba

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kamu penikmat rokok mild? Yakin mau bertahan dengan merek idolamu itu? Ga pengen coba produk lain yang lebih ramah di kantong? Kami mau godain kamu sama tiga merek rokok mild baru yang lagi rame diperbincangkan. Apa saja? Cekidot!

Rokok Sky Mild

Pertama adalah rokok Skymild. Konon katanya, rokok ini dulunya bernama Star Mild. Pasti anda ingat kan nama merek yang cukup melegenda tersebut?

Rokok Sky Mild ini berasal dari Malang dan dibuat oleh PT Adhitama Sejahtera Alami. Konon, pabrikan ini masih masuk dalam grup besar dari British American Tobacco yang punya saham di Bentoel Grup. Entah benar atau tidak.

Rokok Hero Casual

Jangan salah pilih ya. Rokok Hero Casual sebenarnya banyak variannya tapi yang kami rekomendasikan adalah yang berwarna putih. Nama rokok ini termasuk salah satu yang lagi populer di pasaran.

Hero Casual berwarna putih ini adalah varian low tar low nicotine (LTLN) atau Mild pertama mereka. Sebagai informasi  rokok ini diproduksi oleh PT Wongso Pawiro asal Pematang Siantar, Sumatera Utara.

Baca Juga:  Ruang Merokok di Bio Smart Bus Sumber Alam

Rokok Rockstar

Tenang, rokok ini bukan rokok favoritnya Axl Rose atau Bon Jovi kok. Namanya aja yang memang Rockstar. Produk ini banyak tersebar di wilayah pedesaan, salah satunya saat kami temui di kawasan Sleman utara.

Rokok ini asal Jepara dan punya rasa yang mengagumkan. Bagaimana bisa, produk ini punya rasa yang bisa menandingi nama-nama rokok mild terkenal? Unik kan?

Tiga produk tersebut sama-sama memiliki kelebihan yaitu harganya yang murah. Anda tak perlu mengeluarkan uang hingga Rp 20 ribu apalagi lebih untuk membeli satu bungkus rokok tersebut.

Ketiga rokok ini juga memiliki keunikan masing-masing. Rokok Hero Casual misalnya, meskipun berasal dari Sumatera Utara, namun nama produk tersebut sudah mulai familiar di kalangan masyarakat Jawa khususnya pedesaan.

Barangkali faktor popularitas itu juga dibarengi dengan kemampuan Hero Casual yang menghadirkan rasa yang disukai oleh orang-orang di Jawa. Bisa saja.

Tapi kelemahan tiga produk ini adalah jalur distribusi barangnya yang tak luas. Mungkin sulit ditemukan di daerah-daerah tertentu. Tapi kalau anda seorang pemburu kretek, pasti tak akan sulit untuk mendapatkannya.

Baca Juga:  Menjawab Keraguan pada Cengkeh Grafting
Indi Hikami

TInggal di pinggiran Jakarta