anak merokok

Kejahatan Jenis Baru: Pencuri Rokok

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Harus diakui, rokok adalah salah satu komoditas dengan prevalensi konsumen yang cukup tinggi di Indonesia. Rokok bisa dengan mudah anda temui di warung atau toko swalayan. Pun demikian halnya dengan orang merokok. Cukup mudah untuk menemui mereka di ruang publik. Saking besarnya jumlah perokok, tak jarang rokok jadi target para kriminal. Maka muncullah istilah pencuri rokok.

Ya, dari sekian banyak barang konsumsi di warung atau toko, rokok kerap menjadi sasaran utama operasi pencurian. Tak tanggung-tanggung, beberapa media bahkan menggunakan diksi “spesialis pencuri rokok” untuk menyebut komplotan yang melakukan pembobolan/pencurian warung. Politik judul berita daring kian memperparah citra perokok di media.

Sebuah toko di Ponorogo, Jawa Timur, disambangi pencuri, Senin (10/5) yang lalu. Namun, belum sempat berhasil mencuri, pelaku kepergok pemilik toko hingga akhirnya dikejar dan ditangkap warga. Iya, media menyebut pelakunya sebagai spesialis pencuri rokok.

Lagi, sebuah kisah memilukan pernah terjadi pada pertengahan Mei dua tahun yang lalu. Jakarta tidak kondusif saat itu. Aksi massa yang berujung kerusuhan menimbulkan kerugian bagi beberapa pihak. Tak terkecuali Pak Usma, seorang pedagang warung kelontong yang sudah puluhan tahun berjualan di Jalan KH Wahid Hasyim, lokasi terdampak aksi. Barang dagangannya ludes dijarah massa yang mengamuk.

Baca Juga:  Home

“Rugi kurang lebih Rp 20 juta. Yang diambil rokok sama minuman dagangan. Rokok sisa dua bungkus dari awalnya banyak slop,” lirih Usma saat itu.

Lihat, rokok (dan juga minuman, tentunya) nampak menjadi target penjarahan. Para penjarah hanya menyisakan dua bungkus saja untuk dijual oleh Pak Usma.

Lagi-lagi, rokok jadi target pembobolan warung. Tanpa bermaksud membenarkan perilaku mencuri, fenomena di atas setidaknya membuktikan bahwa rokok sudah menjadi kebutuhan sebagian masyarakat Indonesia. Tapi kenapa harus mencuri? Kenapa tidak membeli?

Kita memang tidak bisa memastikan, apakah rokok yang dijarah dan dicuri tersebut untuk dikonsumsi langsung atau untuk dijual ulang. Tapi, menjadikan rokok sebagai target pencurian seolah menjadi sesuatu yang lazim belakangan ini. Bisa disebut, rokok adalah salah satu komoditas dengan value yang cukup tinggi di mata masyarakat saat ini.

Sebagaimana pepatah lama Kongo berbunyi: “Semakin besar pertempuran, semakin indah kemenangan”. Filosofi itu yang sepertinya jadi pedoman para pencuri rokok. Mungkin bagi mereka, rokok semakin nikmat kalau cara mendapatkannya penuh adrenalin seperti menjarah, bukan dengan membeli. Mungkin.

Baca Juga:  Menu Buka Puasa ala Kretekus

Yang pasti, fenomena pencurian rokok ini sudah melampaui fenomena terbesar sebelumnya. Di dunia kretekus, pencurian korek (curanrek) adalah fenomena yang hingga saat ini belum ditemukan solusi menanggulanginya. Dengan adanya fenomena pencurian rokok, tantangan kita jelas meningkat.

Aris Perdana

Warganet biasa | @arisperd