Mengenal Bahan Baku Rokok, Kertas Sigaret alias Papir

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kertas sigaret atau yang dikenal sebagai papir adalah bahan baku rokok yang vital bagi industri rokok. Industri kertas papir ini di dalam negeri cukup jarang menjadi bahasan di kalangan perokok. Citarasa sebatang rokok jelas ditentukan pula oleh kertas yang digunakan.

Bagi perokok yang terbiasa membuat rokok secara mandiri, umumnya menyukai kertas sigaret yang tipis. Begitupun yang digunakan untuk pasokan industri rokok. Masing-masing pabrikan memiliki jenis kertas dengan kualitas dan ketebalan serta tekstur berbeda-beda.

Coba saja bandingkan kertas sigaret untuk golongan SKM dan SKT, gampangnya kita ambil contoh, kertas rokok Djarum Coklat dengan kertas rokok Aroma Bold. Bandingkan lagi lainnya, rokok jenis superslim dengan jenis mild.

Pastinya, kertas sigaret masing-masing produk memiliki standar yang tak bisa disamakan. Dalam konteks ini, pabrikan punya perhatian khusus agar citarasa brand-nya tidak berubah. Untuk itu, standar kertas sigaret yang digunakan telah dirancang-guna dan dipasok secara khusus.

Makanya, tak heran jika kita mengisap rokok jenis satu dan lainnya, hasil pembakarannya berbeda-beda. Ini bukan hanya soal komposisi isiannya, melainkan kualitas kertas yang digunakan memang sudah dipersiapkan untuk menunjang citra produk.

Baca Juga:  Sepasang Pencinta Kretek di Negeri Kincir Angin

Coba saja bongkar sebatang rokok Djarum. Ambil isiannya, terus dilinting pakai papir untuk tingwe, sebut saja merek Buffalo. Akan beda tentu rasanya dari yang biasa yang kita nikmati. Sekali lagi, setiap kertas sigaret memang dipersiapkan secara khusus untuk mendapatkan citarasa yang sesuai standar produk.

Untuk skala industri rokok secara umum, golongan kertas ambri adalah yang biasa digunakan sebagai bahan siap pakai. Baik untuk produk kretek SKT maupun SKM, umumnya menggunakan kertas ambri sebagai kertas sigaretnya.

Bahan siap pakai ini terbuat dari selulosa dan biasanya menggunakan klorin agar warna putihnya tetap terjaga. Zat inilah yang menentukan baik dan tidaknya abu bakaran. Perlu diketahui, selulosa berasal dari serat tanaman yang sebelum menjadi lembaran diolah terlebih dahulu menjadi pulp.

Kertas sigaret lainnya ada yang jenis HTL (Homogenized Tobacco Leaf) untuk bahan baku rokok. Ini adalah produk berbahan dasar tembakau yang diproduksi melalui proses pembuatan kertas. Diproses dengan cara mengubah daun tembakau menjadi kertas siap guna. Biasa digunakan untuk industri cerutek/cerutu.

Baca Juga:  Sejarah Rokok Kansas, Rokok Ikonik Generasi 90an

Selanjutnya, untuk kertas pembungkus filter rokok, di kalangan industri dikenal sebagai kertas CTP, lengkapnya CTP adalah Cigarette Tipping Paper. Kertas bagian ini memiliki rancangan khusus, diberi perforasi untuk menyaring dan mengurangi kadar tar maupun nikotin. Biasanya dilengkapi unsur pemanis dan pelapis khusus (lip release) agar tidak mudah sobek.

Ada juga kertas berwarna yang pada masa kini banyak digunakan untuk beberapa brand rokok kekinian Pilihan kertas semacam ini menjadi bagian penguat identitas dan karakter produk. Kita bisa temukan pada brand rokok yang mengedepankan citra ekslusifnya.

Jibal Windiaz

anak kampung sebelah