Cara Menjelaskan Bahaya Rokok Pada Anak Kecil

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Menjelaskan bahaya rokok pada anak kecil adalah sebuah hal penting yang harus dilakukan agar jumlah perokok di bawah umur bisa berkurang. Persoalan terakhir ini memang merupakan perkara yang prinsipil. Karena itu, agar bisa diselesaikan dengan baik dan benar, butuh strategi yang tepat juga untuk dilakukan.

Hal pertama, tentu saja dengan menjelaskan bahaya rokok pada anak kecil. Namun, perlu dicatat, apa yang dijelaskan ini bukan penjelasan rata-rata sekadar menakut-nakuti. Karena, hal semacam itu telah terbukti tidak berhasil menyelesaikan perkara anak merokok ini.

Untuk menjelaskan bahaya rokok pada mereka yang masih di bawah umur tentu harus dimulai dari perkara: rokok itu untuk orang dewasa. Ya, merokok adalah perkara tanggung jawab dan kepekaan sosial. Jika tidak memiliki itu, orang tua pun tidak bisa dianggap dewasa untuk merokok. Yang seperti ini biasanya berakhir tidak menjadi perokok santun.

Lalu mari jelaskan pada anak-anak bahwa merokok ini memiliki faktor risiko kesehatan. Jadi, kalau merokok, bisa saja terkena penyakit jantung atau penyakit lainnya. Makanya, rokok hanya diperbolehkan untuk orang dewasa yang telah bisa memilih menerima risiko tersebut atau tidak.

Baca Juga:  Pacar Anda Tidak Suka Rokok? Ini Solusinya!

Karena merokok adalah pilihan, maka kita tidak bisa menyatakan pada mereka bahwa rokok sama sekali terlarang. Tidak begitu. Semakin dilarang anak-anak, tentu akan semakin mereka berontak dan membangkang. Karena itu, lebih baik diberikan pemahaman jika sudah dewasa mereka baru bisa menentukan soal rokok.

Kemudian dan yang paling penting, perlu dijelaskan juga jika perkara merokok ini tidak mudah. Perkara merokok bukan sekadar membeli, membakar, dan mengisap rokok. Tapi ini juga perkara bagaimana setelah rokok itu diisap, tidak ada orang yang terganggu oleh asapnya. Bagaimana nantinya puntung dari rokok itu tidak dibuang sembarangan.

Jika kemudian merasa ribet dan berat, sebaiknya jangan jadi perokok. Kalau mau bertanggung jawab, maka tunggu sampai usia cukup. Itu baru namanya bertanggung jawab. Kalau belum cukup umur, ya tidak boleh dikonsumsi. Toh ketika orang tua sang anak tidak menampakkan aktivitas merokok di dekat mereka, mereka tidak bakal banyak bertanya.

Di sinilah kemudian kenapa faktor lingkungan menjadi penting. Karena kebanyakan orang merokok disebabkan lingkungan, baik dari keluarga yang merokok atau pergaulan. Jadi, omong kosong ya yang namanya iklan rokok itu menyebabkan orang merokok. Tidak begitu caranya.

Baca Juga:  Kisah Kim Jong-Un, Diktator Kontroversial Yang Akrab Dengan Rokok
Aditia Purnomo

Bukan apa-apa, bukan siapa-siapa | biasa disapa di @dipantara_adit