djarum super

Djarum Super Sebagai Rokok Pertama Generasi 90-an

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tidaklah berlebihan jika Djarum Super bagi generasi 90-an menjadi semacam cinta pertama. Kemudian pada perkembangannya, ada yang terus bersetia dengan cinta pertamanya, ada yang gonta-ganti ke produk Djarum lainnya.

Produk Djarum memang sulit tergantikan bagi para konsumen loyalnya. Rokok dengan sebutan Super di tongkrongan saya dulu, iya dulu, waktu tren musik rock menjangkiti orang muda seperti saya. Produk besutan Kudus ini berhasil memerawani kerongkongan saya melalui cita rasanya yang khas.

Bukan tanpa alasan, di jaman saya sebagian besar event musik, mulai dari festival Band rock skala nasional maupun daerah, rata-rata disponsori oleh brand legendaris ini. Rokok ini menjadi ikon bagi anak-anak band di masa saya tekun mengisi perhelatan musik.

Berdasar referensi yang ada, rokok Djarum Super dipasarkan sejak tahun 1981, usia saya saat itu terbilang balita tentu saja. Namun, PT Djarum sendiri sudah memiliki kiprah yang cemerlang sejak tahun 70-an. Sudah mengekspor beberapa jenis produknya ke berbagai negara di Asia. Termasuk Belanda dan Amerika.

Baca Juga:  Sejarah Singkat Tembakau Virginia Flue Cured

Untuk di pasar Amerika, persisnya tahun 1983, merek Djarum Special beredar cukup laris di pasaran negeri Paman Sam itu. Iya memang tak hanya merek itu saja, ada beberapa merek lain yang populer di luar negeri, di antaranya; Lagunas, Djarum Splash, Djarum Spice Island, Djarum Cherry, Djarum Black, Djarum Menthol, Djarum Lights.

Tidaklah mengherankan jika perusahaan rokok asal Kudus ini mengibarkan kiprahnya dengan jargon “to satisfy the global smoker’s needs”. Produk yang berproduksi di Kudus ini tampil sebagai market leader sejak masa pemutakhirannya melalui produk Sigaret Kretek Mesin.

Nyaris sebagian besar perokok di era saya yang menggemari musik rock ya rokoknya Super, boleh jadi karena brand image yang dibangun melalui event musik bergengsi yang kerap dihelatnya. Orang muda kala itu memang tengah lapar eksistensi di musik.

Lepas dari brand image yang dibangun melalui event musik, secara cita rasa ya memang rokok ini mumpuni betul dalam mencukupi selera masyarakat Indonesia. Tahu sendiri kan, perokok di Indonesia cenderung suka yang aromatik nan cadas memiliki sensasi tarikan yang sopan.

Baca Juga:  Mengenal Perasa Rokok dalam Kretek

Gambaran cita rasanya kalau dikait-kaitkan ya memang tak jauh beda dengan karakter saya. Meski belakangan ini tak lagi mengisap Super, namun, produk Djarum Coklat Extra dan Djarum Next menjadi pilihan yang mengisi hari-hari saya belakangan ini.

Jibal Windiaz

anak kampung sebelah