kandungan rokok

Mengenal Kandungan Rokok yang Katanya Berbahaya

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tembakau yang dikenal sebagai bahan baku rokok kerap disebut-sebut membahayakan kesehatan. Pada rokok kretek, bahan baku utamanya tidak hanya diominasi oleh tembakau. Ada unsur rempah berupa cengkeh di dalamnya, unsur yang terdapat pada tembakau dan cengkeh inilah yang merupakan pula kandungan rokok.

Unsur atau zat yang lazim dikandung pada tembakau adalah unsur nikotin. Kandungan nikotin ini tidak hanya terdapat pada tembakau, beberapa jenis vegetasi lainnya juga mengandung nikotin. Semisal kentang, kembang kol, terong, dan tomat serta beberapa jenis sayuran lainnya.

Jadi, jika ada yang menyebut nikotin itu berbahaya untuk tubuh. Mestinya hal itu berlaku juga terhadap terong ataupun kentang yang memiliki kandungan yang sama, meski kadarnya saja yang berbeda dari tembakau. Kampanye kesehatan yang memerangi bahaya rokok dan nikotin sebetulnya patut dipertanyakan dalam konteks ini.

Selain nikotin pada tembakau, komoditas cengkeh juga memiliki kandungan yang sejatinya dibutuhkan oleh tubuh. Di dalam kretek, cengkeh digunakan sebagai bahan panambah aroma dan penghangat.

Baca Juga:  Kretek Dalam Sesaji dan Pembagian Ruang pada Pura Hindu Bali

Cengkeh mengandung senyawa eugenol yang bisa dimanfaatkan sebagai analgesik, antiinflamasi, antimikroba, antiviral, antifungal, antiseptik, antispamosdik, antiemetik, stimulan, anastetik lokal. Singkatnya, cengkeh memiliki khasiat yang baik untuk tubuh sebagai penangkal bakteri dan penghilang rasa letih.

Bahkan, di Portugal bunga cengkeh yang masih hijau diambil cairannya dan dipakai untuk obat jantung. Alasannya, lagi-lagi euganol di dalam cengkeh dapat mencegah terjadinya pembekuan darah. Maka tak hanya bisa mencegah penyakit jantung tapi juga stroke dan penyakit pembuluh darah.

Kandungan rokok yang saya sebutkan itu, memang tak pernah diungkap oleh para pengusung gerakan antitembakau di Indonesia. Kampanye kesehatan yang digaungkan melulu isinya mendiskreditkan kandungan rokok.

Perlu diketahui lagi, sejatinya nikotin pada tembakau memiliki manfaat bagi kesehatan. Bahan baku utama rokok ini merupakan salah satu senyawa organik yang dapat merangsang zat endorphin. Struktur kimia endorphin hampir sama dengan obat penghilang rasa sakit sperti morphine.

Tak heran, jika pada masa perang dunia terdahulu, pasukan-pasukan perang yang dikirim ke medan tempur dibekali juga rokok. Menurut U.S Congress pada tahun 1990, nikotin membuat tubuh merasa rileks, lebih enerjik dan bersemangat, atau bahkan sebaliknya.

Baca Juga:  Noe Letto Setuju Ada Tempat Khusus Perokok di Ruang Publik

Nikotin akan diserap tubuh (darah), diringi dengan pelepasan adrenalin dan penghambatan beberapa hormon. Efek ini biasa dikenal sebagai biphase effect. Selain tembakau dan cengkeh, untuk rokok khas Indonesia, memang memilki beberapa unsur rempah lain yang berfungsi sebagai perisa.

Di antaranya adas, kayu manis, akar manis, jinten, kapulaga, sebagaimana kita ketahui, rempah-rempah ini juga digunakan sebagai bumbu masakan yang memiliki manfaat bagi tubuh serta mendukung kebutuhan pengobatan.

Jibal Windiaz

anak kampung sebelah