Review Rokok Ferro: Sopan Tarikannya Murah Harganya

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tidak banyak rokok SKM isi 16 batang yang hadir dengan ukuran bungkus yang beda saya temukan. Melalui review rokok Ferro ini saya akan jelaskan kemantapan dari rokok asal Kudus ini.

Rokok dengan bungkus hitam ini semula saya kira termasuk golongan bold. Ternyata kesan pertama saya keliru adanya, merek ini memberikan sensasi full flavour yang pas bagi perokok plural macam saya. Memang sih, sejak awal buka bungkusnya sudah menawarkan sensasi manis, lantaran adanya sensasi fruity dan spicy yang terbilang kuat, namun dengan intensitas yang minim.

Kalau bicara unsur rempah pada golongan kretek mesin ini, iya namanya juga mazhab Kudusan, dikenal jempolan urusan penggunaan cengkehnya. Boleh dibilang terdapat sensasi minyak atsiri dengan intensitas yang tak seberapa kuat dibanding produk asal Kudus lainnya.

Sekilas juga akan kita rasakan adanya unsur adas manis, kapulaga dan kayu manis yang tergabung mencipta rasa hangat nan manis tersendiri. Berbeda dengan produk kompetitornya yang mengandalkan unsur akar manis atau liquorice sebagai penegas rasa pada brand-nya.

Baca Juga:  Selintas Kisah, Beluntas dan Pendiri Gudang Garam

Rokok Ferro ini memiliki karakter bakaran yang slow burning, durasi bakarnya sekitar 12-15 menit. Tidak memberi hentakan pada tenggorokan, terbilang nyaman sampai batang terakhir pun. Saya biasa mengistilahkan dengan “sopan tarikannya”.

Kemudian, kalau dari sisi bentuk, iya memang dari sekian ragam SKM full flavour dengan isi 16 batang, rokok Ferro memiliki ukuran yang tergolong beda dibandingkan dengan bungkus SKM reguler lainnya. Rokok Ferro memiliki bungkus yang lebih ramping dan elegan.

Dari sisi harganya pun masih tergolong layak untuk kelas perokok macam saya. Harganya masih di kisaran Rp 15.000 – Rp 17.000 di pasaran. Saat ini memang belum mudah ditemukan di warung-warung rokok, apalagi di ritel kesayangan.

Beruntung saya menemukan rokok Ferro ini saat singgah di sebuah warung rokok di seberang stasiun Juanda, Jakarta Pusat. Bagi perokok yang menggemari produk SKM jenis full flavour, tidak akan menyesal memilih rokok ini. Ferro juga mengingatkan saya pada rokok Chief dan beberapa rokok asal Kudus yang ada di harga yang sama.

Baca Juga:  Wong Feihung, Kretek dan Kebudayaan Lokal
Jibal Windiaz

anak kampung sebelah