Batik Rolla, Batik Motif Tembakau Khas Jember

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Batik bermotif tembakau bukanlah hal baru di Indonesia. Sebut saja Kudus dan Temanggung, salah dua daerah yang memiliki produk batik dengan motif tembakau. Wajar saja, kedua daerah tersebut memang dikenal sebagai sentra tembakau dalam negeri.

Tak hanya Kudus dan Temanggung, batik tembakau juga terdapat di Jember. Sebagai informasi, Jember juga merupakan salah satu daerah penghasil tembakau potensial (termasuk juga cerutu kelas dunia). Bahkan, logo Kabupaten Jember memuat unsur daun tembakau sebagai identitas betapa vitalnya keberadaan tembakau di Jember.

Adalah Rumah Batik Rolla, produsen batik bermotif tembakau Jember. Mereka menciptakan batik berdaya saing global, tapi tetap dengan sentuhan lokal.

“Kami berusaha untuk bersaing global tetapi tidak meninggalkan sentuhan lokal. Sehingga batik kami dibuat oleh tangan-tangan lokal yang terampil. Batik kami juga menggunakan bahan yang memiliki kualitas terbaik dan tetap terjangkau,” ujar Andriana Okta Fara Diba, pemilik Batik Rolla.

Sebelumnya, di periode awal pandemi, mereka juga memproduksi batik fenomenal. Adalah batik bermotif virus corona yang sempat dikembangkan oleh Rumah Batik Rolla. Batik itu didesain dengan memadukan simbol virus dengan tembakau, daun khas Jember.

Baca Juga:  Buket Rokok, Alternatif Hadiah Bagi Mahasiswa

Tembakau dan corona adalah dua hal yang cukup sering dipertentangkan. Maksudnya, tembakau sebagai bahan baku rokok kerap dituding sebagai salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko terpapar dan terjangkit COVID. Tapi keduanya berpadu dalam sebuah desain batik.

Pihak Rumah Batik Rolla kala itu menyebut bahwa awalnya hanya gambar corona saja yang dipakai sebagai motif batik tulis oleh perajin mereka. Akhirnya inovasi muncul, dan gambar virus corona dipadukan dengan daun tembakau yang merupakan ikon Kabupaten Jember.

Tak dinyana, batik unik tersebut ternyata cukup diminati, terlebih di masa pandemi ini. Bahkan kabarnya batik-batik tersebut telah dikirim ke kota lain seperti Jakarta dan Surabaya untuk memenuhi pesanan konsumen. Dalam konteks ini, tembakau dan corona justru jadi bersahabat. Berpadu dalam corak dan motif untuk kemudian menimbulkan manfaat ekonomis di tengah krisis. Luar biasa.

Batik Jember sendiri sudah cukup dikenal di dunia. Seorang desainer dalam negeri bernama Lia Afif bahkan pernah memperkenalkan batik khas Jember di Paris Fashion Week. Sebanyak 20 koleksi Lia ditampilkan di acara Paris Fashion Week 2018 yang semuannya memakai bahan batik Jember.

Sumber gambar: radarjember.id
Aris Perdana

Warganet biasa | @arisperd